Listrik Sumatera Berangsur Pulih, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Ketua Umum Relawan Demokrasi Indonesia, Penri Sitompul. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Ketua Umum Relawan Demokrasi Indonesia, Penri Sitompul mengajak seluruh masyarakat Sumatera untuk tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan menyusul gangguan kelistrikan yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Penri menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan terbaru, proses pemulihan terus berjalan dan jutaan pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik secara bertahap.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

PLN juga masih terus bekerja melakukan percepatan normalisasi di berbagai daerah terdampak.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena kondisi terus membaik. Saat ini petugas PLN sedang bekerja maksimal siang dan malam untuk memastikan seluruh sistem kembali normal,” ujar Penri Sitompul.

Sebagai aktivis asal Sumatera Utara, Penri memahami keresahan masyarakat akibat terganggunya aktivitas sehari-hari. Namun menurutnya, situasi saat ini harus disikapi dengan bijak dan penuh ketenangan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Yang paling penting sekarang adalah menjaga suasana tetap kondusif. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kita doakan bersama agar proses pemulihan berjalan lancar dan seluruh wilayah segera normal kembali,” katanya.

Penri juga mengapresiasi para petugas teknis di lapangan yang terus berjibaku melakukan perbaikan jaringan transmisi dan pemulihan gardu induk di berbagai wilayah Sumatera.

Relawan Demokrasi Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu, menjaga ketertiban, dan mendukung proses pemulihan demi kepentingan bersama.

“Kita percaya kondisi ini akan segera pulih sepenuhnya. Mari kita hadapi dengan semangat persatuan dan saling mendukung,” tutup Penri Sitompul.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.