Hadirkan Solusi Pembiayaan Alat Bantu Dengar, Bank BPR Perdana Gandeng hearLIFE Indonesia

banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Bank BPR Perdana (PT BPR Daya Perdana Nusantara) yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Kota Depok, menjalin kemitraan strategis dengan hearLIFE Indonesia untuk menghadirkan solusi pembiayaan alat bantu dengar dan implan rumah siput (cochlear implant).

Melalui kerja sama ini, pasien hearLIFE Indonesia dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, fleksibel, dan terjangkau melalui Bank BPR Perdana. Beragam skema pembiayaan disiapkan agar masyarakat dapat segera memperoleh perangkat kesehatan pendengaran tanpa harus menunda penanganan.

Dalam implementasinya, hearLIFE Indonesia akan merekomendasikan pasien yang membutuhkan pembiayaan. Selanjutnya, proses analisis, persetujuan, hingga pencairan dana dilakukan sepenuhnya oleh Bank BPR Perdana sesuai prinsip kehati-hatian dan ketentuan perbankan yang berlaku.

Direktur Utama Bank BPR Perdana, Ricardo Simatupang, mengatakan kemitraan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan, termasuk kesehatan pendengaran, tidak seharusnya terhambat oleh keterbatasan akses pembiayaan,” ujar Ricardo.

Menurutnya, kerja sama ini bertujuan memberikan dukungan finansial kepada masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan alat bantu dengar maupun implan pendengaran untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang mengalami kendala pendanaan. Melalui kerja sama dengan hearLIFE, kami berharap pasien yang membutuhkan implan pendengaran dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah,” katanya.

Ricardo menjelaskan, harga implan pendengaran berkisar mulai dari Rp150 juta hingga lebih dari Rp900 juta, bergantung pada jenis produk yang digunakan. Nilai investasi yang cukup besar tersebut membuat banyak masyarakat belum mampu melakukan pembelian secara tunai.

Melalui kolaborasi dengan hearLIFE Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan penyedia layanan kesehatan pendengaran bertaraf global, Bank BPR Perdana menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses, cepat, dan terpercaya.

“Sebagai BPR yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia, Bank BPR Perdana berkomitmen menjadi mitra finansial yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan solusi pembiayaan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, biaya pemasangan implan pendengaran hingga kini umumnya belum sepenuhnya ditanggung oleh program jaminan kesehatan, baik BPJS Kesehatan maupun sebagian besar perusahaan asuransi. Kondisi tersebut menjadikan fasilitas pembiayaan perbankan sebagai salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ricardo menjelaskan, pengajuan kredit dilakukan berdasarkan rekomendasi dari hearLIFE Indonesia. Meski demikian, setiap permohonan tetap melalui proses analisis kelayakan kredit.

“Dalam pemberian kredit tentu tetap ada proses analisis kelayakan. Tujuannya untuk memastikan kemampuan calon debitur dalam mengembalikan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, bentuk agunan maupun persyaratan kredit akan disesuaikan dengan hasil penilaian bank terhadap masing-masing calon nasabah.

Ricardo juga mengungkapkan bahwa kebutuhan implan pendengaran di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki perusahaan, sekitar 4 persen penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran. Namun, hanya sebagian kecil yang telah mendapatkan penanganan menggunakan implan pendengaran. Menurutnya, hasil pemasangan implan akan lebih optimal apabila dilakukan pada anak berusia di bawah tiga tahun.

Sementara itu, Direktur Utama hearLIFE Indonesia, K. Eramolik Hurink, mengatakan hearLIFE Group saat ini telah hadir di 10 negara dan memiliki jaringan layanan di 15 kota di Indonesia.

“Kami memiliki komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan pendengaran berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia menilai kemitraan dengan Bank BPR Perdana merupakan langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan alat bantu dengar dan implan rumah siput.

“Kami percaya bahwa setiap individu berhak memperoleh akses terhadap teknologi pendengaran terbaik. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat memperoleh alat bantu dengar maupun implan rumah siput pada waktu yang tepat, sehingga kualitas hidup dan kemampuan berkomunikasi mereka dapat terus meningkat,” tutupnya.|Aji*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.