Dukung Hilirisasi dan Kawasan Industri Terintegrasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bangun Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT)

Dukung Hilirisasi dan Kawasan Industri Terintegrasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bangun Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT)
Dukung Hilirisasi dan Kawasan Industri Terintegrasi, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bangun Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat perannya dalam pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembangunan Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem port-led industrial infrastructure yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di jalur strategis Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Kawasan ini memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari konektivitas dengan akses Tol Medan–Kuala Tanjung, kedekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, industri pengolahan aluminium, hingga berada di wilayah hinterland perkebunan kelapa sawit yang luas.

Posisi strategis tersebut menjadikan KIKT memiliki potensi besar sebagai kawasan industri berbasis pelabuhan yang mendukung pengembangan industri hilir dan perdagangan internasional.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan pengembangan KIKT merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis pemerintah terkait transformasi ekonomi Indonesia melalui hilirisasi sumber daya alam, peningkatan produktivitas, serta penguatan integrasi ekonomi dengan jaringan rantai pasok global dan domestik.

“Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah tahun 2026 dalam penguatan hilirisasi dan daya saing nasional, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperkuat konektivitas industri nasional, serta meningkatkan daya tarik investasi di wilayah Sumatera Utara,” ujar Dewi.

Pengembangan Kawasan Industri Berbasis Pelabuhan

Dalam pengembangannya, KIKT dikelola melalui anak usaha PT Pelindo Sinergi Lokaseva, yakni PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK). Perusahaan terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar kawasan sebagai tahap awal pengembangan.

Hingga saat ini, pembangunan gerbang kawasan (gate) dan jalan akses (access road) telah rampung sebagai akses utama menuju area pengembangan kawasan industri.

Pembangunan infrastruktur dasar tersebut menjadi langkah penting untuk mendukung kesiapan kawasan menuju tahap pengembangan berikutnya. Ke depan, berbagai infrastruktur pendukung lainnya juga akan terus dikembangkan guna menghadirkan kawasan industri modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.

Selain pembangunan fisik, PT PPK juga memperkuat aspek tata kelola dan kepastian hukum aset perusahaan. Pada awal 2026, PT PPK menerima 31 sertifikat tanah Tahap I Bagian A dan B hasil pendampingan hukum bersama Kejaksaan Negeri Batu Bara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengamanan aset serta mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui sinergi lintas instansi.

Upaya pengembangan KIKT turut diperkuat melalui koordinasi strategis antarentitas Pelindo Group. Dalam Rapat Progress Program Prioritas Pengembangan Ekosistem Kuala Tanjung yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia bersama entitas anak dan mitra strategis pada April 2026, dibahas berbagai langkah percepatan pengembangan kawasan industri serta penguatan konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul strategis perdagangan internasional.

Pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung diarahkan menjadi kawasan industri berbasis pelabuhan (port-led industrial/logistic infrastructure) yang terkoneksi langsung dengan jalur perdagangan internasional. Integrasi kawasan industri dan pelabuhan tersebut diharapkan dapat mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi nasional.

Melalui pengembangan KIKT, PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen mendukung terciptanya kawasan industri terintegrasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan kawasan maupun global.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.