JAKARTA, Radarjakarta.id – Langkah mengejutkan kembali datang dari Istana. Presiden Prabowo Subianto resmi mengguncang peta kekuasaan dengan merombak enam posisi kunci kabinet, Senin (27/4/2026). Pelantikan yang digelar di Istana Negara ini berlangsung khidmat namun sarat pesan tegas: percepatan kerja pemerintah tak bisa ditawar.
Didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Prabowo langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan para pejabat baru. Dalam momen tersebut, satu per satu nama strategis dipanggil untuk mengisi posisi vital yang menjadi tulang punggung kebijakan nasional.
Sorotan tajam tertuju pada masuknya Jumhur Hidayat yang dipercaya mengawal sektor lingkungan hidup, serta Dudung Abdurachman yang kini menempati kursi Kepala Staf Kepresidenan. Sementara itu, Muhammad Qodari dan Hasan Nasbi diplot memperkuat lini komunikasi pemerintah yang selama ini jadi sorotan publik.
Tak kalah penting, Abdul Kadir Karding didapuk memimpin Badan Karantina Nasional, serta Hanif Faisol Nurofiq mengisi posisi strategis di sektor pangan area krusial yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.
Di hadapan Presiden, para pejabat mengucap sumpah setia kepada UUD 1945 dan berjanji menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Bersediakah saudara-saudara diambil sumpah?” tanya Prabowo tegas, yang dijawab serempak dengan kesiapan penuh.
Reshuffle ini bukan sekadar pergantian nama. Ini adalah sinyal keras dari Istana bahwa ritme kerja kabinet harus dipacu lebih cepat, lebih solid, dan lebih responsif. Payung hukumnya pun jelas, melalui Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026.
Dengan komposisi baru ini, publik kini menanti: apakah gebrakan Prabowo benar-benar mampu menjawab tantangan besar di sektor lingkungan, pangan, hingga komunikasi pemerintah? Satu hal pasti perombakan ini membuka babak baru yang tak bisa diabaikan.***











