JAKARTA, Radarjakarta.id — Spekulasi perombakan posisi Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih semakin bergulir kencang di tengah gejolak pasar keuangan domestik. Rumor ini kian memanas setelah ekonom senior Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta secara bergantian untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, kedua tokoh tersebut secara kompak membantah rumor yang menyebut mereka mendapat tawaran untuk menggantikan Menkeu saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Kehadiran Chatib Basri ke Istana dipastikan bukan untuk membahas posisi menteri baru. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Ahmad Sufmi Dasco, mengklarifikasi bahwa mantan Menkeu era SBY tersebut datang dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendampingi Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Pertemuan tersebut murni diadakan untuk memberikan masukan strategis serta formula ekonomi guna mendorong target pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian global.
Saat ditemui awak media usai keluar dari Istana Merdeka, Chatib Basri secara blak-blakan menepis adanya pembicaraan mengenai kursi menteri ekonomi. “Enggak ada (tawaran Menkeu), ini kita bahas soal ekonomi kok,” tegas Chatib singkat.
Ia menambahkan bahwa pertemuan dinas tersebut berjalan normatif tanpa ada forum khusus ataupun agenda tersembunyi mengenai reshuffle kabinet yang sedang hangat diperbincangkan publik.
Tak lama setelah rombongan DEN meninggalkan kompleks Istana, giliran Menkes Budi Gunadi Sadikin yang merapat menghadap Presiden Prabowo sekitar pukul 17.00 WIB. Menanggapi isu menteri keuangan yang menyeret namanya, BGS merespons dengan santai dan nada kelakar.
Dirinya menegaskan bahwa kedatangannya murni untuk melaporkan progres program Quick Wins kesehatan, termasuk penanganan TBC dan pembangunan 66 rumah sakit daerah.
“Sekarang saya masih jadi Menkes,” selorohnya di hadapan jurnalis.
Pengamat pasar menilai sensitivitas isu bursa Menkeu ini mencuat sebagai reaksi atas volatilitas makroekonomi domestik. Pasar finansial saat ini tengah mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Munculnya figur kuat seperti Chatib Basri yang disukai pasar finansial, serta Budi Gunadi yang dikenal andal dalam efisiensi birokrasi, dipandang investor sebagai sinyal bahwa pemerintah sangat responsif terhadap tantangan ekonomi makro.
Di sisi lain, posisi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dipastikan masih berjalan normal tanpa kendala operasional. Purbaya sebelumnya telah membantah rumor liar mengenai pengunduran dirinya dan dalam waktu dekat dijadwalkan tetap terbang ke Inggris guna menjalankan misi strategis menemui para investor Eropa. Berbagai spekulasi yang menyebut dirinya akan digeser untuk memimpin badan investasi Danantara ataupun posisi sektor keuangan lainnya pun hingga kini belum terbukti secara resmi.^^











