Besok! Aksi Mahasiswa UI di Bundaran HI, Pesan untuk Prabowo “Indonesia Sudah Capek”

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Gelombang kritik terhadap pemerintah kembali menguat. Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama elemen masyarakat sipil menyerukan aksi demonstrasi besar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada 12 Juni 2026. Aksi yang mengusung slogan “Indonesia Sudah Capek” itu menjadi bentuk protes atas berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan politik yang dinilai semakin membebani rakyat.

Dalam konsolidasi nasional yang digelar di Kampus UI, Depok, para peserta menyepakati sedikitnya lima tuntutan utama kepada pemerintah. Mulai dari penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi sejumlah program strategis pemerintah, penghentian praktik militerisme di ruang sipil, hingga tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan kebijakan yang dianggap berkontribusi terhadap memburuknya kondisi ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Aksi tersebut muncul di tengah sorotan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap kredibilitas fiskal pemerintah. Sejumlah perwakilan mahasiswa menilai gejolak ekonomi yang terjadi bukan sekadar persoalan kurs, melainkan cerminan persoalan tata kelola anggaran dan arah kebijakan nasional yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Koordinator aksi menyebut Bundaran HI dipilih karena memiliki nilai simbolis sebagai ruang publik yang merepresentasikan suara masyarakat luas. Mereka menegaskan demonstrasi tersebut bukan sekadar aksi politik, melainkan upaya menyampaikan keresahan rakyat yang menghadapi tekanan ekonomi, tingginya harga kebutuhan pokok, serta ketidakpastian masa depan.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menegaskan berbagai program yang dijalankan bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah kalangan juga mengingatkan agar kritik disampaikan secara konstruktif serta tetap menjaga stabilitas nasional. Pengamat menilai pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas agar ketidakpuasan publik tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan yang berkepanjangan.

Aksi di Bundaran HI diperkirakan menjadi salah satu unjuk rasa terbesar yang mengawali dinamika politik pertengahan 2026. Publik kini menanti apakah suara mahasiswa dan masyarakat sipil akan mendapat respons langsung dari Istana, atau justru menjadi awal gelombang kritik yang lebih besar terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.