MEDAN, Radarjakarta.id – Sejumlah SPBU di Kota Medan mendadak menjadi lautan kendaraan Kamis (5/3/2026) malam.
Ratusan roda dua dan roda empat mengular hingga meluber ke badan jalan, memicu kemacetan parah. Kepanikan warga dipicu isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat ketegangan global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Di SPBU Jalan A.H. Nasution menunjukkan antrean panjang hingga hampir 500 meter.
Beberapa pengendara mengaku rela menghabiskan 25–60 menit demi mengisi tangki mereka, khawatir persediaan BBM menipis jika konflik internasional terus memanas.
“Antrean ini karena ketakutan masyarakat akan ketersediaan BBM. Media sosial memperparah kekhawatiran ini,” ujar Jhony Sembiring, salah seorang warga, sambil menunggu giliran isi bahan bakar.
“Saya isi stok besok untuk kerja, jaga-jaga kalau ada kesulitan,” tambahnya.
Tak hanya di Jalan A.H. Nasution, antrean serupa terjadi di SPBU Ngumban Surbakti, Jamin Ginting, Johor, bahkan di Jalan SM Raja, Medan Amplas. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati area SPBU sejak pagi, meski kepadatan belum setara malam hari.
Kelangkaan solar juga dirasakan warga. Kacaribu mengaku harus antre satu jam untuk mengisi solar karena beberapa SPBU di wilayah Sumut, termasuk Tanah Karo, Medan, dan Dairi, mengalami kekosongan. “Ini memengaruhi pekerjaan saya. Harga memang belum naik, tapi sulit ditemukan,” katanya.
Suyanto, kernet truk yang sehari-hari melintas SPBU, menilai kepanikan ini dipicu kekhawatiran konflik internasional berdampak pada pasokan minyak global. “Kalau perang ini tidak segera selesai, masyarakat takut BBM langka,” ujarnya.
Para pengamat dan warga menekankan agar masyarakat tetap tenang karena pemerintah masih memiliki cadangan BBM untuk sekitar 20 hari ke depan. Namun, rasa takut tetap menggerakkan warga untuk ‘isi tangki lebih awal’, menciptakan antrean panjang yang belum pernah terlihat sebelumnya di Kota Medan.|Dita*











