BMKG Ingatkan Warga Jawa Timur Waspadai Fenomena Bediding Saat Puncak Musim Kemarau 2026

banner 468x60

SURABAYA, Radarjakarta.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masbediding, BMKG, Jawa Timur, musim kemarau, cuaca dingin, suhu udara rendahyarakat Jawa Timur untuk mewaspadai fenomena bediding atau suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari seiring memasuki puncak musim kemarau 2026. Fenomena yang umum terjadi di Pulau Jawa ini diperkirakan mulai terasa pada Juni dan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026.

BMKG menjelaskan, musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibanding kondisi normal. Sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, mulai memasuki musim kemarau secara bertahap sejak April hingga Juni, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat fenomena bediding akibat minimnya tutupan awan dan dominasi angin timuran dari Benua Australia yang membawa massa udara kering dan dingin.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di sejumlah wilayah dataran tinggi Jawa Timur seperti Malang Raya, suhu udara pada malam hingga dini hari diperkirakan turun lebih rendah dari biasanya. BMKG Karangploso bahkan memprakirakan puncak bediding di kawasan tersebut akan terjadi pada Juli 2026, dengan suhu minimum yang dapat terasa cukup dingin bagi masyarakat.

Fenomena bediding sendiri merupakan kondisi alamiah yang lazim terjadi saat musim kemarau. Pada siang hari cuaca cenderung panas dan kering, sementara pada malam hingga pagi hari suhu udara turun signifikan karena radiasi panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer akibat langit yang relatif cerah tanpa banyak awan.

BMKG juga mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi memiliki durasi lebih panjang dan curah hujan yang lebih rendah dari normal di banyak wilayah Indonesia. Karena itu, selain mengantisipasi suhu dingin saat bediding, masyarakat diminta menjaga kesehatan, memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta menghemat penggunaan air bersih untuk menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait di Jawa Timur diharapkan terus memperbarui informasi cuaca dan iklim kepada masyarakat. BMKG mengimbau warga untuk memantau perkembangan prakiraan cuaca resmi agar dapat mengantisipasi dampak musim kemarau, termasuk fenomena bediding yang diperkirakan semakin terasa dalam beberapa bulan ke depan.|Harno*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.