PADANG, Radarjakarta.id – Sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, akhirnya kembali melanjutkan penerbangan menuju pangkalan strategis Diego Garcia di Samudra Hindia, setelah sempat “parkir” berhari-hari untuk perbaikan teknis.
Peristiwa ini menarik perhatian luas karena pesawat jenis Lockheed C-130 Hercules tersebut sempat terdeteksi mengalami gangguan mesin saat terbang dari Singapura menuju kawasan militer Diego Garcia, sehingga harus melakukan pendaratan darurat di Padang.
Sempat Jadi Pusat Perhatian di Padang
Selama berada di Bandara Internasional Minangkabau, pesawat beserta 15 personel militer AS menjalani proses pemeriksaan, perbaikan teknis, hingga uji terbang untuk memastikan kelayakan operasional kembali.
Menurut keterangan otoritas bandara, proses perbaikan berlangsung sekitar satu minggu karena adanya penggantian komponen mesin yang didatangkan dari luar negeri. Setelah itu, pesawat melakukan uji terbang di wilayah perairan barat Kota Padang dan dinyatakan kembali layak terbang.
Dari Padang Menuju Diego Garcia
Setelah seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi, pesawat tersebut akhirnya melanjutkan misi menuju Diego Garcia, sebuah pangkalan militer strategis AS–Inggris yang terletak di Samudra Hindia.
Diego Garcia sendiri dikenal sebagai salah satu titik militer paling penting di kawasan Indo-Pasifik, digunakan sebagai pusat logistik, operasi udara, dan pengawasan wilayah laut internasional.
Dampak dan Respons Lokal
Meski sempat menjadi perhatian publik, pihak pengelola bandara memastikan bahwa keberadaan pesawat militer asing tersebut tidak mengganggu aktivitas penerbangan sipil di BIM.
“Seluruh penanganan dilakukan sesuai prosedur keamanan internasional dan tidak mengganggu operasional penerbangan komersial,” demikian penjelasan pihak bandara dalam keterangan sebelumnya.
Peristiwa ini juga memunculkan kembali perhatian terhadap jalur penerbangan militer internasional di wilayah Indonesia, khususnya kawasan Sumatera yang berada di jalur strategis Samudra Hindia.
Meski pihak berwenang menegaskan insiden ini murni masalah teknis, kehadiran pesawat militer AS di Padang selama beberapa hari tetap menjadi perbincangan hangat di media lokal dan internasional.
Kini, pesawat tersebut telah melanjutkan perjalanan, meninggalkan Padang dan kembali menuju “jantung operasi” di Diego Garcia.|Rahayu*










