Prabowo Siap ke Teheran Redam Perang Iran-AS

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Langkah mengejutkan datang dari Istana. Di tengah eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran yang mengguncang Timur Tengah, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan untuk terbang langsung ke Teheran demi membuka pintu dialog.

Pemerintah Indonesia, melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, menegaskan bahwa RI siap memfasilitasi perundingan jika kedua pihak menyetujui. Seruan utamanya jelas: hentikan eskalasi, utamakan diplomasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog,” tulis Kemlu.

Iran Sambut, Dunia Menegang

Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan menyambut kesiapan Indonesia. Respons ini muncul setelah gelombang serangan udara dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target strategis di Iran, yang memicu serangan balasan ke basis-basis militer AS di kawasan Teluk.

Situasi makin mencekam setelah televisi pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim kematiannya.

Trump bahkan memperingatkan Iran akan menghadapi “kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” bila terus melakukan pembalasan.

Dampaknya meluas. Pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Irak, hingga Arab Saudi disebut menjadi sasaran respons Iran. Timur Tengah kini berada di ambang konflik besar dengan efek domino global.

Misi Damai atau Langkah Terlalu Berani?

Di dalam negeri, langkah Prabowo menuai pro-kontra.

Mantan Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal, secara terbuka mempertanyakan realisme rencana tersebut. Dalam pernyataannya, ia menilai kecil kemungkinan Washington bersedia dimediasi.

“Secara politik, diplomatik, dan logistik, ini sangat tidak realistis,” ujarnya.

Menurutnya, Amerika Serikat jarang menerima mediasi pihak ketiga ketika sudah memilih jalur militer. Ia juga menilai hubungan Indonesia–Iran dalam 15 bulan terakhir belum cukup intens untuk menopang peran mediator dalam konflik sebesar ini.

Dino bahkan mengingatkan potensi “bunuh diri politik” jika upaya itu gagal atau justru memperumit posisi Indonesia.

Tak hanya itu, ia menyebut konflik ini berpotensi panjang dan melibatkan instrumen militer, tekanan ekonomi, hingga operasi intelijen. Ia menekankan bahwa kegagalan perundingan tak bisa menjadi pembenaran penggunaan kekuatan bersenjata.

Usulan Tegas: Surati Trump, Tangguhkan Misi Gaza?

Alih-alih fokus menjadi mediator, Dino mendorong Indonesia menegaskan sikap berdasarkan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Ia mengusulkan agar Presiden Prabowo mempertimbangkan menyurati Presiden Trump dan meninjau ulang pengiriman pasukan perdamaian Indonesia dalam misi stabilisasi internasional di Gaza.

Pesannya tegas:

“Validasi sejarah lebih penting daripada validasi dari Gedung Putih.”

Dino mengingatkan Indonesia punya sejarah berbeda pendapat dengan AS, mulai dari perang Irak hingga isu hukum laut internasional tanpa harus memutus hubungan diplomatik.

Rocky Gerung: Cerdik Baca Momentum

Di sisi lain, pengamat politik Rocky Gerung melihat langkah Prabowo sebagai manuver strategis.

Menurutnya, terlepas dari berhasil atau tidaknya misi damai, inisiatif itu mengirim sinyal bahwa Indonesia ingin tampil di panggung global.

“Minimal memberi sinyal bahwa Presiden Prabowo punya inisiatif untuk tampil sebagai juru damai,” ujarnya.

Namun Rocky juga mengakui, belum tentu langkah tersebut efektif menghentikan konflik.

Indonesia di Persimpangan Sejarah

Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan perdamaian dunia. WNI di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti arahan perwakilan RI.

Kini publik menanti:

Akankah Prabowo benar-benar terbang ke Teheran?

Akankah Washington membuka pintu mediasi?

Ataukah konflik ini akan meluas menjadi perang regional yang lebih besar?

Di tengah bara konflik AS–Israel–Iran, Indonesia mencoba berdiri di garis diplomasi.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.