Putri Sulung Raja Thailand Meninggal Setelah 3,5 Tahun Koma

banner 468x60

BANGKOK, Radarjakarta.id – Thailand berduka. Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X), meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama hampir 3,5 tahun akibat koma berkepanjangan. Kabar duka yang diumumkan Istana Kerajaan Thailand itu langsung menjadi sorotan media internasional dan memicu perbincangan luas mengenai masa depan monarki Negeri Gajah Putih.

Putri yang akrab disapa Princess Bha itu mengalami kolaps pada Desember 2022 saat melatih anjing peliharaannya untuk sebuah kompetisi. Sejak saat itu, ia dirawat di Rumah Sakit Chulalongkorn Memorial, Bangkok, dan tidak pernah kembali sadar sepenuhnya. Kondisinya terus memburuk akibat komplikasi infeksi organ, gangguan jantung, hingga masalah pembekuan darah sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 11 Juni 2026 malam waktu setempat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepergian Putri Bajrakitiyabha bukan sekadar kehilangan anggota keluarga kerajaan. Banyak pengamat menilai ia merupakan figur paling siap dan paling dihormati untuk melanjutkan peran strategis dalam monarki Thailand. Dengan latar belakang doktor hukum dari Cornell University, pengalaman sebagai jaksa, diplomat, serta duta besar Thailand untuk Austria, ia dikenal sebagai sosok modern yang mampu menjembatani kerajaan dengan masyarakat internasional.

Selama hidupnya, Putri Bajrakitiyabha aktif memperjuangkan reformasi sistem pemasyarakatan bagi perempuan dan menjadi tokoh yang dihormati di berbagai lembaga internasional. Ia juga pernah dipercaya sebagai Duta Kehendak Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk isu supremasi hukum di Asia Tenggara.

Namun di balik suasana duka, perhatian dunia kini tertuju pada satu pertanyaan besar: siapa penerus takhta Thailand? Kematian Putri Bajrakitiyabha dinilai memperuncing ketidakpastian suksesi kerajaan. Selama bertahun-tahun, ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat penerus Raja Vajiralongkorn meski tidak pernah diumumkan secara resmi. Kini, sorotan mengarah kepada Pangeran Dipangkorn Rasmijoti dan anggota keluarga kerajaan lainnya.

Gelombang duka pun menyelimuti Thailand. Ribuan warga berkumpul di sekitar rumah sakit dan kawasan istana kerajaan untuk memberikan penghormatan terakhir. Banyak media nasional Thailand mengubah tampilan situs mereka menjadi hitam-putih sebagai simbol berkabung. Pemerintah Thailand juga menyiapkan rangkaian upacara penghormatan kerajaan dengan tradisi tertinggi yang akan berlangsung di Grand Palace, Bangkok.

Kepergian Putri Bajrakitiyabha terjadi hanya beberapa bulan setelah Thailand kehilangan figur penting kerajaan lainnya, memperdalam suasana berkabung nasional. Di mata banyak rakyat Thailand, Putri Bha bukan hanya anggota kerajaan, tetapi simbol pengabdian, kecerdasan, dan harapan bagi masa depan monarki modern.

Dengan wafatnya sang putri, Thailand kehilangan salah satu figur paling berpengaruh dalam generasi baru keluarga kerajaan. Sementara itu, dunia kini menunggu bagaimana Istana Bangkok menjawab pertanyaan besar mengenai arah dan masa depan takhta Thailand di tengah perubahan zaman.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.