INTERNATIONAL, RadarJakarta.id – Bangkok terbungkus duka mendalam. Ratu Sirikit, sosok yang dijuluki “Ibu Bangsa” dan istri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), wafat pada usia 93 tahun di Rumah Sakit Chulalongkorn, Jumat (24/10) pukul 21.21 waktu setempat. Pengumuman resmi dari Istana Kerajaan Thailand menyebutkan, kondisi kesehatan beliau menurun tajam akibat infeksi darah yang tak kunjung membaik sejak pertengahan Oktober.
Ratu Sirikit merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah modern Thailand. Ia bukan hanya permaisuri, tetapi juga lambang kelembutan dan keteguhan di tengah perubahan zaman. Dikenal luas karena pengabdian dan karya sosialnya, sang ratu menorehkan jejak panjang dalam bidang kemanusiaan, lingkungan, serta pelestarian budaya, terutama lewat gerakan nasional kain sutra Thailand yang kini mendunia.
Putra beliau, Raja Maha Vajiralongkorn, menetapkan masa berkabung nasional selama satu tahun bagi keluarga kerajaan dan seluruh pejabat istana. Sementara itu, bendera setengah tiang telah dikibarkan di berbagai kantor pemerintahan, menandai kesedihan mendalam seluruh negeri. Ribuan warga berkumpul di depan rumah sakit sambil membawa potret Ratu Sirikit, menangis, dan berdoa di bawah langit Bangkok yang muram.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menunda kunjungan kenegaraan ke Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN dan langsung memimpin rapat darurat kabinet pada Sabtu pagi guna membahas persiapan pemakaman kenegaraan. “Beliau bukan hanya ratu kami, tetapi cahaya moral bangsa,” ujar Anutin dalam pernyataannya.
Ratu Sirikit lahir di Bangkok pada 12 Agustus 1932, di masa ketika monarki absolut baru saja beralih ke sistem konstitusional. Ia bertemu Raja Bhumibol di Paris tahun 1948, lalu menikah dua tahun kemudian seminggu sebelum penobatan resmi sang raja. Selama tujuh dekade mendampingi Rama IX, pasangan ini menjadi simbol keharmonisan, kebijaksanaan, dan dedikasi terhadap rakyat.
Setelah mengalami stroke pada 2012, Ratu Sirikit jarang tampil di publik. Meski demikian, namanya tetap dipuja lintas generasi. Hari ulang tahunnya, 12 Agustus, ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional Thailand pengakuan abadi atas cinta dan pengabdian beliau.
Kini, jenazah Ratu Sirikit disemayamkan di Aula Singgasana Dusit Maha Prasat, kompleks Grand Palace Bangkok. Thailand berduka, Asia bergetar, dan dunia mengenang akhir dari sebuah era ketika seorang ratu tidak hanya memerintah dari istana, tetapi juga dari hati jutaan rakyatnya.***










