JAKARTA, Radarjakarta.id – Langit belum benar-benar gelap, namun keputusan sudah diketok. Tepat pergantian hari, harga BBM terbaru resmi berubah. PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku nasional mulai 1 Maret 2026, memicu perhatian luas masyarakat.
Pengumuman disampaikan Sabtu malam (28/2/2026) dan langsung berlaku per 00.00 waktu setempat di berbagai daerah, dengan acuan harga wilayah DKI Jakarta.
Langkah ini disebut sebagai implementasi regulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait formula harga dasar BBM umum.
“Penyesuaian harga BBM dilakukan untuk mengimplementasikan regulasi terbaru ESDM.”
Yang Tetap, Yang Naik: Ini Daftar Lengkapnya
Kabar yang sedikit melegakan, BBM subsidi tetap stabil.
BBM Subsidi (Tetap)
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar Subsidi/Biosolar: Rp6.800 per liter
Namun untuk BBM non-subsidi, kenaikan tak terhindarkan.
BBM Non-Subsidi (Naik per 1 Maret 2026 – DKI Jakarta)
Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter (sebelumnya Rp12.300)
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter (dari Rp12.350)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter (dari Rp12.700)
Dexlite: Rp14.200 per liter (dari Rp13.500)
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter (dari Rp13.500)
Harga tersebut menjadi acuan nasional dengan kemungkinan penyesuaian sesuai kebijakan regional masing-masing wilayah.
Februari Sempat “Diskon”, Kini Berbalik Arah
Yang membuat publik cukup terkejut, Februari 2026 justru menjadi bulan penurunan harga. Saat itu, hampir seluruh produk non-subsidi mengalami pemangkasan harga:
Pertamax sempat turun ke Rp11.800
Pertamax Green menjadi Rp12.450
Pertamax Turbo ke Rp12.700
Dexlite ke Rp13.250
Pertamina Dex ke Rp13.500
Tak hanya Pertamina, para pesaing seperti Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia juga melakukan penyesuaian turun di periode yang sama.
Kini, tren tersebut resmi berbalik.
Pola Baru Setiap Tanggal 1?
Perubahan harga yang konsisten terjadi setiap awal bulan mempertegas pola baru industri energi nasional. Harga BBM non-subsidi kini semakin dinamis, mengikuti fluktuasi harga minyak dunia serta formula pemerintah.
Meski subsidi tetap aman, pengguna BBM non-subsidi harus menyiapkan anggaran lebih mulai hari ini.***











