Viral di Cibadak, Mie Babi Beratribut Muslim

banner 468x60

BANDUNG, Radarjakarta.id — Sebuah lapak mie babi di kawasan Jalan Cibadak, Kota Bandung, mendadak menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Pedagang tersebut disebut mampu menghabiskan hingga 200 mangkok mie babi dalam sehari karena ramainya pembeli.

Namun perhatian publik tak hanya tertuju pada ramainya pembeli. Warganet menyoroti penggunaan atribut peci dan hijab oleh pedagang, serta tidak adanya keterangan non halal pada gerobak saat video tersebut direkam. Hal ini memicu kebingungan dan kritik dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Edukator halal lifestyle, Dian Widayanti, turut menyampaikan keprihatinannya melalui media sosial. Ia mempertanyakan penggunaan atribut Muslim oleh penjual makanan berbahan dasar babi, meski mengakui kawasan Cibadak memang dikenal sebagai sentra kuliner non halal.

Sorotan publik tersebut mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung turun tangan. Pada 12 Desember 2025, petugas mendatangi lapak mie babi tersebut untuk melakukan klarifikasi sekaligus edukasi kepada pedagang.

Sekretaris Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi, mengatakan pedagang mengakui penggunaan minyak B2 dalam proses pengolahan makanan. Pengakuan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi sebagai dasar pembinaan.

Dalam surat tersebut, pedagang menyatakan kesediaannya memasang penanda yang jelas bahwa produk yang dijual mengandung unsur non halal. Satpol PP juga mengingatkan agar pedagang tidak menggunakan atribut atau tampilan yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru di mata konsumen.

Ke depan, Satpol PP menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dalam aktivitas usaha kuliner. Penanda non halal diminta dipasang di lokasi yang mudah terlihat agar konsumen dapat menentukan pilihan secara sadar dan bertanggung jawab.|Hans*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.