Viral Pejabat BNPB Wawancara Gempa NTT dari Rumah Makan, Ini Klarifikasinya

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Sebuah video wawancara pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial. Sorotan muncul setelah pejabat tersebut terlihat memberikan keterangan melalui wawancara televisi dari sebuah tempat makan yang sekilas tampak seperti kafe.

Dalam video yang beredar seperti dilihat, Selasa (25/8/2026), pejabat tersebut berada di salah satu sudut ruangan tempat makan itu sambil memberikan informasi mengenai penanganan gempa di NTT. Video ini lantas memantik spekulasi, khususnya di kalangan warganet. Mereka mempertanyakan posisi pejabat BNPB tersebut yang dianggap tidak berada di lokasi gempa.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sejumlah warganet mempertanyakan keberadaan pejabat BNPB tersebut di tengah situasi penanganan gempa, bahkan muncul anggapan bahwa yang bersangkutan tidak berada dalam rangkaian operasi penanganan bencana.

Namun, BNPB memberikan klarifikasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya. Ia menjelaskan wawancara dilakukan pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WIB dari sebuah rumah makan di sekitar Bandara Labuan Bajo.

Berton menegaskan, wawancara tersebut bukan aktivitas pribadi, melainkan bagian dari tugas komunikasi publik BNPB untuk menyampaikan perkembangan penanganan gempa NTT kepada masyarakat. Wawancara dilakukan secara langsung dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional pada malam hari.

Menurut Berton, rumah makan tersebut bahkan hanya berjarak sekitar 10 langkah dari Bandara Labuan Bajo. Karena itu, ia meminta publik melihat lokasi tersebut dalam konteks operasi penanganan bencana, bukan semata-mata berdasarkan tampilan visual dalam video yang beredar.

“Labuan Bajo pada saat itu bukan sekadar tempat persinggahan, tetapi merupakan salah satu simpul penting operasi BNPB, termasuk penerimaan dan distribusi logistik untuk wilayah Flores bagian barat,” kata Berton dalam penjelasannya.

Ia juga menekankan bahwa pekerjaan dalam situasi tanggap darurat tidak selalu berlangsung di dalam kantor atau di lokasi yang secara visual terlihat seperti pusat komando. Koordinasi, pemantauan perkembangan situasi, pengolahan data, hingga komunikasi publik dapat dilakukan dari berbagai tempat sesuai kebutuhan dan mobilitas petugas.

BNPB juga mengingatkan pentingnya membedakan tugas personel yang berada langsung di lapangan dengan pejabat yang menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi publik. Keduanya merupakan bagian dari satu sistem penanganan bencana yang saling berkaitan.

Viralnya video tersebut sekaligus menunjukkan betapa cepat sebuah potongan rekaman dapat membentuk persepsi publik ketika konteks lengkapnya belum diketahui. Dalam situasi bencana, informasi yang keliru atau tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama bagi masyarakat dan keluarga yang memiliki kerabat di wilayah terdampak.

Di tengah masih berlangsungnya penanganan gempa NTT, komunikasi publik menjadi bagian penting dari operasi kebencanaan. BNPB sebelumnya melaporkan distribusi bantuan ke Flores terus dilakukan melalui sejumlah posko, dengan Labuan Bajo dan Maumere menjadi titik penting pengiriman serta penghimpunan logistik.

Klarifikasi Berton pada akhirnya memberikan konteks mengenai video yang telanjur viral tersebut. Wawancara dari rumah makan di dekat Bandara Labuan Bajo memang terjadi, tetapi menurut penjelasan BNPB, aktivitas itu merupakan bagian dari tugas komunikasi publik di tengah rangkaian penanganan gempa NTT.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sebuah potongan video tidak selalu mampu menggambarkan keseluruhan keadaan. Dalam pemberitaan mengenai bencana, verifikasi waktu, lokasi, tugas, serta konteks kejadian menjadi penting agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan tidak berkembang menjadi kesimpulan yang keliru.|Regina*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.