Ilustrasi Akpol.
Radarjakarta.id | JAKARTA – Viral di media sosial (Medsos) facebook terkait penerimaan 11 calon siswa taruna Akpol yang lulus dan terpilih untuk dikirim ke dari Polda NTT, sebagian besar asli Provinsi Sumatera Utara, kini menjadi sorotan warganet.
Sebanyak 11 orang calon taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) asal Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diumumkan. Mereka dinyatakan lulus terpilih oleh panitia daerah (Panda).
Padahal, Sidang akhir dipimpin langsung Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, Rabu (3/7) kemarin. Mereka yang lulus masih akan mengikuti seleksi di tingkat Mabes Polri pada 7 Juli hingga 1 Agustus 2024.
Sebelas calon siswa Akpol tersebut yakni Yudhina Nasywa Olivia (Wanita), Arvid Theodore Situmeang, Reynold Arjuna Hutabarian, Mario Christian Bernalo Tafui, Bintang Lijaya, Ketut Arya Adityanatha, Brian Lee Sebastian Manurung, Timothy Abishai Silitonga, Mochammad Rizq Sanika Marzuki, Madison Juan Raphael Kana Silalahi dan Lucky Nuralamsyah.
Akun Facebook Marta Muslin misalnya, menggunggah 11 nama calon siswa Akpol dengan keterangan, “Sa pikir catar Akpol Sumatera Utara ini, ternyata NTT”.
Hasil seleksi Catar Akpol ini banyak menuai kritikan, karena nama-nama yang diumumkan bukan merupakan putra-putri daerah asli NTT. Bahkan Ombudsman NTT menilai seleksi ini tidak memihak kepada warga NTT.
Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menepis isu yang menyebut calon taruna (catar) Akpol yang lulus mayoritas dari dari lain di luar NTT.
Dari 11 calon taruna Akpol yang lulus, enam di antaranya merupakan putra asli NTT.
Mereka lahir dan besar di pulau dengan julukan Nusa Terindah Toleransi itu.
“11 orang peserta yang dinyatakan lulus terpilih sidang kelulusan Tk Panda (Panitia Daerah) satu orang asli putra daerah NTT, lima orang putra daerah yang lahir dan besar di NTT, lima orang pendatang yang sudah menetap di NTT,” kata Karo SDM Polda NTT, Kombes Satria Yusada saat dihubungi, Sabtu (6/7/2024).
Satria menyebut dalam proses perekrutan calon taruna Akpol sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan pengawasan ketat.***











