SAE Lapas Perempuan Jakarta Dorong Warga Binaan Produktif

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Program ini dikembangkan sebagai ruang pembelajaran keterampilan sekaligus bekal bagi warga binaan agar lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu program yang dikembangkan yakni budidaya jamur tiram dan melon hidroponik. Selain memberikan aktivitas produktif, kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan dengan melibatkan warga binaan secara langsung dalam proses budidaya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) DK Jakarta, Wachid Wibowo, meninjau langsung SAE Lapas Perempuan Jakarta pada Senin (31/8/2026). Didampingi Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Netty Saraswaty, Wachid melihat proses pengelolaan jamur tiram serta pengembangan melon hidroponik varietas Fujisawa dan Kirani yang turut didukung melalui kerja sama dengan Telkomsel.

Wachid mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai mampu memadukan pembinaan, keterampilan, produktivitas, dan ketahanan pangan. “Saya mengapresiasi inovasi SAE Lapas Perempuan Jakarta ini. Budidaya jamur tiram dan melon hidroponik merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas 15 Program Aksi Kemenimipas,” ujar Wachid, Selasa (1/9/2026).

Menurut Wachid, keberhasilan SAE tidak hanya diukur dari hasil produksi atau panen, tetapi juga dari kemampuan warga binaan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai modal kehidupan setelah bebas. Ia mendorong agar model pembinaan produktif tersebut dapat direplikasi di UPT Pemasyarakatan lainnya sesuai potensi masing-masing wilayah.

Sementara itu, Netty Saraswaty mengatakan program budidaya dirancang untuk memberikan pengalaman praktis sekaligus keterampilan agribisnis kepada warga binaan. “Program budidaya ini kami harapkan tidak hanya bermanfaat sebagai sarana pembinaan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan agribisnis yang bisa menjadi modal kemandirian ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” jelas Netty.

Pengembangan SAE Lapas Perempuan Jakarta menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan menghadapi proses reintegrasi sosial. Melalui kegiatan belajar, berkarya, dan berproduksi, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan serta kepercayaan diri untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.|Pranowo*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.