BONDOWOSO, Radarjakarta.id – Kisah seorang penjual cilok asal Kecamatan Patemon, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Danil (23) viral setelah video kesehariannya berjualan cilok memperlihatkan dirinya berangkat dari sebuah rumah megah, sehingga banyak warganet menjulukinya sebagai “CEO yang sedang menyamar”.
Setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Danil berangkat dari rumah tersebut menuju lokasi berjualannya di kawasan SPBU Patemon. Selain dikenal ramah, Danil juga kerap membagikan aktivitasnya saat berjualan melalui siaran langsung di akun TikTok miliknya.
Video-video tersebut memicu rasa penasaran publik. Banyak yang menduga rumah mewah dengan pilar-pilar besar itu merupakan hasil jerih payahnya berjualan cilok.
Namun, Danil meluruskan anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah megah yang kerap terlihat dalam videonya merupakan milik mertuanya, bukan hasil usahanya sendiri.
Meski demikian, Danil mengaku tetap bangga menjalani profesinya sebagai penjual cilok. Baginya, tidak ada pekerjaan yang perlu dipandang rendah selama dilakukan dengan cara yang halal.
“Rumah itu milik mertua saya. Saya tetap berjualan karena ingin memberikan inspirasi kepada anak-anak muda agar tidak gengsi mencari nafkah yang halal,” ujar Danil.
Menurutnya, berjualan cilok memiliki potensi penghasilan yang menjanjikan apabila dijalani dengan tekun dan konsisten.
“Berjualan cilok bisa menjadi ladang penghasilan yang sangat menjanjikan. Walaupun banyak yang memandang sebelah mata, saya tetap berkomitmen. Mengapa harus malu kalau ini penghasilan halal? Saat ini jangan pernah gengsi. Kalau nuruti malu dan gengsi, ya tidak makan,” tuturnya.
Kisah Danil pun menjadi inspirasi bagi banyak warganet. Di tengah maraknya anggapan bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui pekerjaan bergengsi, Danil membuktikan bahwa usaha sederhana yang dijalani dengan kerja keras dan kejujuran juga dapat memberikan penghasilan sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda.











