Katanya, saat itu ada sejumlah personel dari Satreskrim Polrestabes Medan datang ke lokasi untuk menangkap maling.
“Kejadian pada saat ada penggerebekan pelaku curanmor, pelaku dua orang sudah dapat sudah dimasukkan ke dalam mobil,” kata Ella kepada Tribun Medan, Jumat (23/2/2024).
Ia menjelaskan, setelah ditangkap dua orang pelaku curanmor itu, polisi ini langsung mau membawa becaknya yang sedang terparkir di depan rumah.
Melihat becaknya mau diboyong oleh petugas, sontak ia pun langsung menarik becaknya.
“Pas becak saya terparkir di depan rumah, polisi ingin membawa becak saya, ya saya pertahankan becak saya,” sebutnya.
Dia menuturkan, waktu itu polisi menuduh bahwa becaknya dipakai oleh para pelaku untuk melakukan kejahatan.
Padahal katanya, saat itu polisi tidak menunjukkan bukti apapun terkait keterlibatan becaknya.
“Becak saya nggak ada sangkut pautnya sama pelaku,” tuturnya.
Wanita yang kesehariannya sebagai pemulung ini menyampaikan, saat mempertahankan becaknya personel polisi ini makin arogan.











