Mahasiswa LSPR Dorong Digitalisasi Budaya Betawi Lewat Sorak Betawi Condet

Foto: Istimewa
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business mendorong pelestarian budaya Betawi melalui pendekatan digital lewat program Sorak Betawi Condet yang digelar di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur, pada 20–21 Juni 2026.

Program yang digagas mahasiswa ini tidak hanya memperkenalkan kesenian dan kuliner Betawi kepada masyarakat, tetapi juga membekali komunitas lokal dengan kemampuan memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan budaya dan potensi wisata Condet.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Pelaksana Sorak Betawi Condet, Nailah Inayah Humail mengatakan, pemanfaatan media digital menjadi salah satu langkah penting agar budaya Betawi tetap dekat dengan generasi muda.

“Melalui Sorak Betawi Condet, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya Betawi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan masyarakat dan generasi muda,” ujar Nailah, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jangkauan promosi budaya sehingga tradisi Betawi dapat terus dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa LSPR menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Condet dalam program pra-acara bertajuk Ngabimbing Pade-Pade. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, hingga strategi promosi budaya dan wisata berbasis platform digital.

Ketua Pokdarwis Kampung Condet, Dicky Arfansuri, S.Pd., menilai pendekatan tersebut menjadi langkah yang relevan untuk menjawab tantangan pelestarian budaya di era modern.

“Kami berharap semangat untuk mencintai dan melestarikan budaya Betawi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” kata Dicky.

Selain pelatihan digital, puncak acara Sorak Betawi Condet juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya seperti Kelas Mix & Match Fashion Betawi, Kelas Gambang Kromong, Kelas Tari Betawi, serta Kelas Pembuatan Emping. Pengunjung juga disuguhi bazar kuliner khas Betawi yang menampilkan berbagai makanan tradisional, termasuk kerak telor dan bir pletok.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Public Relations Program & Evaluation LSPR Institute of Communication & Business, Dr. Alexander Mamby Aruan, M.Si., mengatakan program tersebut menjadi contoh penerapan ilmu komunikasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Community Development bukan hanya tentang menjalankan sebuah kegiatan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menciptakan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun strategi komunikasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai perkembangan zaman.

Melalui Sorak Betawi Condet, mahasiswa LSPR menunjukkan bahwa upaya pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan modernisasi. Sebaliknya, teknologi digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan dan menjaga eksistensi budaya Betawi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.