Radarjakarta.id, Ngawi – Upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital terus didorong melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Hal itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan “UMKM Desa Go Digital: Branding dan Digital Marketing untuk UMKM” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 35 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya di Gedung Serbaguna, samping Balai Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Rabu (15/7/2026).

Puluhan pelaku UMKM Desa Grudo mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai strategi membangun merek (branding), pemasaran digital, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.
Kepala Desa Grudo, Triono, S.T., yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UINSA dalam menghadirkan program yang dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di tingkat desa.
“Pelatihan branding dan pemasaran digital ini merupakan langkah konkret yang sangat dibutuhkan pelaku UMKM Desa Grudo. Harapannya, produk-produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui platform digital,” ujarnya.
Ketua KKN Kelompok 35 UINSA, Muhammad Khoirul Huda, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa konsep, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam mengembangkan usahanya.
Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan Kepala Bidang Peningkatan SDM dan Transmigrasi Kabupaten Ngawi, Sargian Januardy, S.H., M.M., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Sargian menekankan bahwa kualitas produk saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan usaha. Pelaku UMKM juga harus mampu membangun identitas merek yang kuat melalui desain kemasan yang menarik, logo yang mudah diingat, serta strategi promosi yang tepat di berbagai platform digital.
Ia juga mendorong para pelaku usaha agar mulai memanfaatkan media sosial dan marketplace secara optimal sebagai sarana meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Selama sesi berlangsung, para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UINSA berharap pelaku UMKM Desa Grudo semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan nilai tambah produknya.
Sinergi antara dunia akademik, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi ekonomi desa. Dengan kolaborasi tersebut, langkah menuju Desa Grudo yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era digital diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.











