Hari Anak Nasional 2026: Rano Karno Dorong CULTURA Jadi Gerakan Global, Jakarta Perkuat Komitmen sebagai Kota Ramah Anak  

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2026 sekaligus Kick-Off CULTURA & Global Children and Youth Symposium 2026 di Auditorium Utama Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026). (Foto: Ist)
banner 468x60

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menilai penyelenggaraan CULTURA selaras dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memenuhi hak-hak anak, terutama hak untuk berpartisipasi, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri melalui ruang yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan anak-anak dari berbagai latar belakang budaya tersebut menjadi sarana efektif dalam membangun karakter, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap budaya dan berbagai tantangan global sejak usia dini.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“CULTURA menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dapat menghadirkan ruang yang bermakna bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta belajar menghargai keberagaman. Anak-anak perlu diposisikan sebagai subjek pembangunan yang didengar suaranya, bukan sekadar penerima manfaat program,” ujar Dwi Oktavia.

Ia berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui CULTURA mampu menginspirasi lahirnya lebih banyak ruang partisipasi bagi anak-anak Indonesia. Menurutnya, ketika anak diberi kesempatan untuk berkarya dan berkolaborasi, sesungguhnya bangsa sedang menyiapkan fondasi menuju masa depan yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Ketua Penyelenggara CULTURA sekaligus CEO Keana Production, Marcella Zalianty, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi internasional yang menempatkan anak-anak sebagai subjek utama dalam membangun hubungan antarbangsa melalui seni dan budaya.

Menurut Marcella, para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara, membawa keberagaman budaya yang kemudian dipertemukan dalam forum diskusi, pertunjukan seni, hingga kegiatan kreatif yang menanamkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian.

“Kami ingin menghadirkan sebuah forum internasional yang menempatkan anak-anak sebagai subjek utama. Mereka datang dari berbagai latar belakang budaya untuk saling mengenal, belajar, berdialog, dan membangun persahabatan lintas negara melalui seni, budaya, kreativitas, serta nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Marcella.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi pijakan menuju Children International Festival 2027 yang akan digelar dalam skala lebih besar sebagai agenda internasional yang mempertemukan generasi muda dunia melalui seni, budaya, pendidikan, inovasi, dan kepemimpinan.

Menariknya, kegiatan ini juga mengedepankan nilai inklusivitas dengan melibatkan anak-anak penyandang disabilitas dari Cagar Foundation serta menghadirkan penampilan penyanyi tunanetra Louis Bertrand. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkarya dan menunjukkan potensinya tanpa diskriminasi.

Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh delegasi dari berbagai negara bersama-sama membacakan CULTURA Children Declaration 2026, sebuah deklarasi yang berisi komitmen bersama untuk menjaga keberagaman budaya, memperkuat perdamaian dunia, serta menjadi generasi pemimpin yang bertanggung jawab dan peduli terhadap masa depan bumi.

Melalui penyelenggaraan Kick-Off CULTURA & Global Children and Youth Symposium 2026, Indonesia kembali menegaskan perannya dalam memperkuat diplomasi budaya sekaligus memastikan suara anak menjadi bagian penting dalam mewujudkan masa depan yang damai, inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.