First Look Rambut Sewu Ungkap Teror Kutukan Marni

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Teror kutukan masa lalu kembali menghantui sebuah rumah tua dalam film horor terbaru “Rambut Sewu: Satu Langkah Getih”. Melalui first look yang diperkenalkan pada 27 Agustus 2026, film ini membawa penonton menyelami misteri, mitos, ritual terlarang, serta dendam yang diwariskan dari masa lalu.

Film berpusat pada Wulan (Wavi Zihan), perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih (Ruth Marini), setelah mendapat pekerjaan di sebuah pabrik. Keputusan tersebut justru menjadi awal teror. Wulan menemukan berbagai jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto seorang perempuan bernama Sundari yang memiliki kemiripan wajah dengannya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gangguan demi gangguan kemudian dialami Wulan. Di tengah teror tersebut, ia perlahan menemukan kisah kelam Marni (Taskya Namya), perempuan yang mengalami penderitaan panjang hingga memilih jalan ritual yang berujung pada tragedi. Misteri mengenai Nyi Wengi dan Dhandhang Gendhing pun mulai terkuak, sekaligus membuka kembali ancaman yang selama ini terkubur.

Bagi Taskya Namya, memerankan Marni bukan perkara mudah. Karakter tersebut memiliki perjalanan emosional yang kompleks karena dibentuk oleh pengalaman penindasan dan luka mendalam. “Marni itu punya flashback yang menguras emosi. Permainannya itu ada rasa, karena dia merasa tidak pernah diterima oleh orang-orang. Dia selalu merasa ditindas, begitu pun keluarganya,” ujar Taskya.

Taskya menggambarkan Marni sebagai sosok yang sebenarnya rapuh, tetapi menyimpan dendam besar. Keinginannya untuk terbebas dari penderitaan, menjadi lebih kuat, dan melindungi keluarganya justru membawanya mengambil keputusan yang keliru. “Marni akhirnya merasa, dia tidak mau ditindas lagi. Dia ingin jadi seseorang yang cantik, ingin keluarganya tidak ditindas lagi. Tapi sebenarnya yang dilakukan Marni itu salah,” katanya.

Producer “Rambut Sewu: Satu Langkah Getih”, Zakir Rasyidin, mengatakan film tersebut diangkat dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang memiliki kepercayaan mengenai jalan pintas untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. “Rambut Sewu merupakan sebuah kearifan lokal masyarakat di salah satu daerah di Jawa, yang konon katanya dipercaya sebagai jalan pintas untuk membuat hidup menjadi lebih baik,” ujar Zakir.

Selain menawarkan atmosfer horor Jawa yang kental, film ini juga mengeksplorasi tema kehilangan, penyesalan, dendam, dan perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu. Film tersebut dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, dan Yusuf Mahardika sebagai Damar. Deretan pemain pendukung di antaranya Donny Alamsyah, Sadana Agung, Bonar Manalu, Yewen, Ivonne Dahler, dan Ihsan Tarore.

Dengan memadukan horor, misteri, dan drama emosional, “Rambut Sewu: Satu Langkah Getih” menjanjikan teror yang tidak hanya bersumber dari sosok supranatural, tetapi juga dari luka dan dendam yang terus hidup. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 5 November 2026.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.