Mengutuk Militerisasi Ekonomi Sipil dan Jatuhnya Korban Jiwa
Tidak hanya persoalan finansial, DPD GMNI DKI Jakarta juga menyoroti fenomena sekuritisasi dan militerisasi ruang ekonomi sipil yang kian menebal dalam pelaksanaan program ini. Koperasi yang berkarakter deliberatif dan partisipatif coba dipaksakan tunduk di bawah pendekatan komando, hierarki, dan mobilisasi semi-militer.
Pendekatan keliru ini bahkan telah memicu tragedi kemainan dengan meninggalnya lima peserta dalam pelatihan manajer koperasi yang mengadopsi metode pembinaan fisik ala militer. Ditambah lagi, anggaran pelatihan tersebut disorot tajam karena memakan biaya tidak rasional hingga puluhan juta rupiah per peserta.
”Mengelola koperasi itu butuh kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan pembukuan, bukan indoktrinasi fisik. Tragedi hilangnya nyawa ini menunjukkan bahwa akuntabilitas program sudah berada di titik nadir. Harus ada yang bertanggung jawab secara hukum!” seru Bung Dendy.











