DPD GMNI Jakarta Bongkar Dugaan Otokrasi dalam Program Koperasi Merah Putih

Ketua DPD GMNI DKI Jakarta sekaligus Direktur Eksekutif Institut Marhaenisme 27, Deodatus Sunda Se. (Foto: Ist)
banner 468x60

Mengutuk Militerisasi Ekonomi Sipil dan Jatuhnya Korban Jiwa

​Tidak hanya persoalan finansial, DPD GMNI DKI Jakarta juga menyoroti fenomena sekuritisasi dan militerisasi ruang ekonomi sipil yang kian menebal dalam pelaksanaan program ini. Koperasi yang berkarakter deliberatif dan partisipatif coba dipaksakan tunduk di bawah pendekatan komando, hierarki, dan mobilisasi semi-militer.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

​Pendekatan keliru ini bahkan telah memicu tragedi kemainan dengan meninggalnya lima peserta dalam pelatihan manajer koperasi yang mengadopsi metode pembinaan fisik ala militer. Ditambah lagi, anggaran pelatihan tersebut disorot tajam karena memakan biaya tidak rasional hingga puluhan juta rupiah per peserta.

​”Mengelola koperasi itu butuh kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan pembukuan, bukan indoktrinasi fisik. Tragedi hilangnya nyawa ini menunjukkan bahwa akuntabilitas program sudah berada di titik nadir. Harus ada yang bertanggung jawab secara hukum!” seru Bung Dendy.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.