Di Depok, Dua Underpas dan Fly Over Akan Dibangun

banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id-Dalam upaya mengatasi kemacetan Pemerintah Kota Depok akan membangun dua Underpass dan satu Fly Over pada tahun 2027.

Walikota Depok H Supian Suri berkomitmen berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan macet di wilayah Margonda, Citayam dan Sawangan. Dimana tiga lokasi tersebut selama ini menjadi pekerjaan berat atau Pekerjaan Rumah pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam paparannya, Supian Suri mengatakan, untuk mengurai kemacetan di Jalan Margonda, pihaknya akan membangun flyover. Sedangkan di Sawangan, ditargetkan bakal ada pelebaran jalan di beberapa titik.

“InsyaAllah mohon doanya, kita tahun ini akan membangun Flyover Margonda ya. Jadi kalau nanya Flyover Margonda titiknya di mana? di titik lampu merah Juanda,” katanya.

Rencana ini cukup penting karena nantinya Pemkot Depok juga akan membangun underpass menuju Universitas Indonesia atau Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).”Karena kalau hari ini kita bangun underpass-nya UI duluan, otomatis Margonda akan makin macet,”katanya.

Karena kalau dari Juanda keluar menuju RSUI lewat selatan berarti harus melewati Jalan Margonda.”Kita berharap, langkah atau upaya program underpas RSUI ini setelah Flyover Margonda selesai. Mudah-mudahan ini juga menjadi upaya kita mengurai kemacetan di Kota Depok,”katanya.

Masih berkaitan dengan masalah kemacetan, lanjut Supian, tahun ini juga Pemerintah Kota Depok telah mengalokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan guna pembangunan Underpass Citayam.

Ia mengatakan, Kabupaten Bogor juga sudah berkomitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama, karena memang Citayam itu adalah bagian dari Kabupaten Bogor dan Kota Depok.”Jadi underpass itu menjadi kerja sama kita berdua untuk pembebasan lahannya.”

Adapun pembangunan fisik, rencananya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengalokasikan anggaran sekira Rp200 miliar. “Ini menjadi penting juga, karena kalau kita runut dari utara yang dilewati jalan kereta (KRL) dalam hal ini per 3 menit lewat, sehingga kita tidak lagi akan bisa mengurai kemacetan kalau tidak melalui ada underpas atau flyover,” ujarnya.

Supian lantas memberi contoh beberapa solusi kemacetan yang bisa dilakukan dengan konsep underpass atau falyover.

Di antaranya, Bundaran UI, Jalan Arif Frahman Hakim, dan Jalan Dewi Sartika.”Nah yang belum PR-nya di wilayah Citayam. Tinggal satu titik, jalur utama yang masih melewati jalan kereta yaitu di Jalan Raya Citayam,” katanya.

Di luar tambahan-tambahan itu sebetulnya bukan jalan utama. Masih ada beberapa titik lintasan kereta yang dilalui, tetapi itu bukan jalan utama. “Jalan utama kita yang terakhir adalah di wilayah Citayam yang masih bagian dari Kota Depok.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.