Sayuti Abubakar Respons Cepat Arahan Prabowo: Jalan Protokol Lhokseumawe Ditertibkan

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar respons cepat Taklimat Presiden Prabowo Subianto tentang Gerakan Indonesia ASRI. (Foto: Ist)
banner 468x60

LHOKSEUMAWE, Radarjakarta.id – Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar merespons cepat Taklimat Presiden Prabowo Subianto tentang Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) sebagai wujud dari komitmen menjaga kebersihan.

Taklimat Presiden Prabowo itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Salah satu poin penting dari Gerakan ASRI ini adalah penertiban baliho dan spanduk yang merusak pemandangan jalan. Prabowo mengaku risih dengan banyaknya baliho dan spanduk yang mengotori jalanan kota.

Atas arahan Presiden Prabowo ini, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar langsung memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Lhokseumawe untuk mencabut dan membongkar baliho dan iklan pinggir jalan yang merusak pemandangan serta kebersihan kota.

“Berdasarkan taklimat Presiden Prabowo tersebut, saya (SAYUTI Abubakar/Wali Kota Lhokseumawe) telah memerintahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk menertibkan iklan dan baliho-baliho di jalan protokoler kota.

Sayuti menyebut OPD yang diberikan institusi antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP ), Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) PUPT, BPKD, serta para camat se-Kota Lhokseumawe.

“Saya memerintahkan jajaran OPD gerak cepat melakukan penertiban iklan dan baliho pada jalan protokoler kota (Jalan Merdeka) yang tidak sesuai dengan kaidah aturan dan estetika kota” tandas Sayuti Abubakar di Lhokseumawe, Rabu (4/2/2026).

Sayuti menuturkan, hingga saat ini Satpol PP dan WH sudah membongkar 10 (sepuluh) unit tiang balihol iklan dari 27 tiang yang akan di bongkar.

“Kebersihan dan keindahan kota sangat penting untuk di jaga bersama, sehingga hal ini menjadi atensi khusus Presiden Prabowo yang memerintahkan agar kebersihan, keindahan, serta kenyamanan di daerah benar-benar bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat,” tandas Sayuti.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan kepada Pemda agar jangan merusak pemandangan kota dengan spanduk dan baliho iklan besar-besar tanpa mengindahkan suasana asrinl dan kenyamanan bagi warga masyarakat.

Prabowo menuturkan, pandangan yang tidak mengenakkan dirasakan ketika berkunjung ke Balikpapan, Kalimantan Timur, spanduk besar-besar yang begitu mencolok.

Demikian juga ketika berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Presiden Prabowo menyebut pemandanga tak mengenakkan itu dia rasakan. Bahkan, ketika Prabowo hendak pulang ke kediamannya di Hambalang, Bogor, bermacam spanduk juga terbentang.

“(Ada spanduk bertuliskan) ‘ayam goreng, pesen satu dapat satu free’, Kenapa harus besar-besar sih? Turis dateng nggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) lebih senang di Bogor daripada di Jakarta,” kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo memerintahkan jajarannya untuk menertibkan baliho dan spanduk-spanduk tersebut. Dia meminta agar aparat berbicara dengan pengusaha di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), hingga asosiasi pengusaha lain untuk duduk bersama membahas penertiban ini.

Prabowo ingin agar jalan protokol bersih dari iklan-iklan yang mengganggu keindahan kota. Selain itu, ia juga menitikberatkan pada pengaturan kabel listrik yang berseliweran.

“Orang ke Bali ingin lihat Bali. Dia tidak ingin melihat (spanduk) Kentucky Fried Chicken besar-besar. (Spanduk) McDonald’s di jalan-jalan protokol. Ditertibkanlah, ajak bicara baik-baik,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.