Detik-Detik Helikopter Water Bombing Jatuh di Barito

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id – Kecelakaan helikopter pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Helikopter jenis Super Puma yang menjalankan misi water bombing tersebut dilaporkan jatuh ketika mengambil air dari sungai untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.58 WITA. Berdasarkan laporan awal, helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM mengalami kecelakaan saat melakukan manuver menggunakan perangkat bambi bucket, yakni wadah khusus untuk mengambil dan mengangkut air. Rekaman amatir warga memperlihatkan helikopter kehilangan kestabilan sebelum akhirnya jatuh ke sungai.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Informasi awal di lapangan sempat menyebutkan seorang pilot belum ditemukan setelah helikopter terbalik dan tenggelam. Warga setempat pun bergotong royong memberikan pertolongan serta membantu proses evakuasi. Namun, perkembangan berikutnya mengklarifikasi kabar tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh tiga kru helikopter berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa ketiga kru telah diselamatkan dan badan helikopter juga berhasil dipindahkan ke tepian sungai.

Ketiga kru tersebut terdiri atas Michael John Betteridge, warga negara Australia; Hugh Andrew John Page, warga negara Selandia Baru; serta Yayan, warga negara Indonesia. Helikopter tersebut merupakan armada milik perusahaan swasta yang dikontrak BNPB untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan mengenai kecelakaan tersebut. Tim terkait masih melakukan penanganan di lokasi sekaligus menyusun laporan lengkap mengenai kronologi dan penyebab kejadian. Hingga informasi ini disusun, penyebab pasti jatuhnya helikopter belum diumumkan secara resmi.

Insiden ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi pemadaman karhutla melalui jalur udara. Selain memastikan keselamatan seluruh kru, evaluasi teknis dan investigasi kecelakaan diperlukan untuk mengetahui faktor penyebab serta mencegah kejadian serupa terulang. Publik diimbau mengacu pada keterangan resmi BNPB dan petugas berwenang, bukan hanya informasi awal yang beredar di media sosial.|Yani*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.