BMKG Duga Dentuman di Bandung karena Fenomena Skyquake

banner 468x60

BANDUNG, Radarjakarta.id — Suara dentuman misterius yang menggegerkan warga Bandung Raya dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari masih menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena skyquake atau “gempa langit” sebagai salah satu dugaan sementara penyebab suara tersebut.

Dentuman dilaporkan terdengar di sejumlah kawasan Bandung Raya hingga Sumedang. Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Geofisika Bandung, BMKG memastikan suara tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas gempa bumi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap data aktivitas petir, kondisi atmosfer, cuaca, serta parameter geofisika lainnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa skyquake merupakan istilah untuk suara dentuman keras yang terdengar dari langit, tetapi sumbernya tidak mudah diidentifikasi. Fenomena serupa sebelumnya juga pernah menjadi perhatian BMKG, termasuk kejadian dentuman di wilayah Bogor pada 2020.

BMKG juga menepis dugaan bahwa dentuman tersebut berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Meski pada periode yang sama terdapat aktivitas vulkanik Krakatau, hasil analisis BMKG belum menunjukkan hubungan langsung antara aktivitas tersebut dengan suara yang terdengar di Bandung Raya.

Sejumlah laporan media menyebut penyebab pasti fenomena tersebut masih dalam kajian. Karena itu, istilah skyquake digunakan sebagai dugaan sementara, bukan kesimpulan final mengenai sumber suara. BMKG masih melakukan evaluasi terhadap berbagai kemungkinan berdasarkan data pemantauan yang tersedia.

BMKG mengimbau masyarakat Bandung dan sekitarnya tidak panik. Berdasarkan data yang dianalisis, tidak ditemukan aktivitas kegempaan signifikan maupun kondisi meteorologi lokal yang dapat menjelaskan dentuman tersebut pada waktu kejadian.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan pentingnya informasi resmi dalam merespons kejadian yang belum diketahui sumbernya. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi dan tetap merujuk pada keterangan BMKG maupun instansi berwenang.|Hans*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.