Dentuman Misterius Guncang Bandung, Kaca dan Pintu Bergetar hingga Dini Hari

banner 468x60

BANDUNG, Radarjakarta.id – Warga Bandung Raya dan sejumlah wilayah Jawa Barat dibuat terkejut oleh suara dentuman keras yang terdengar berulang pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Sejumlah warga melaporkan bunyi tersebut disertai getaran yang terasa pada pintu, jendela, hingga kaca rumah. Laporan serupa muncul dari sejumlah wilayah, termasuk Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta dan Cianjur.

Fenomena tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah kesaksian warga menyebut dentuman terdengar beberapa kali dan membuat mereka terbangun. Namun, sampai saat ini kesaksian masyarakat mengenai sumber bunyi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan penyebabnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perhatian publik kemudian mengarah ke aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sejumlah pemberitaan menyebut gunung tersebut mengalami aktivitas erupsi pada 5 September 2026 dan dugaan keterkaitannya dengan dentuman turut disampaikan dalam pemberitaan. Badan Geologi sebelumnya menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga dan mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Namun, keterangan resmi lain justru menyatakan dentuman di Bandung tidak berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. BMKG memastikan fenomena tersebut tidak terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menyebut masih dilakukan pemantauan terhadap penyebab suara yang terdengar di Bandung hingga Sumedang.

Dengan demikian, informasi yang menyebut dentuman Bandung sebagai dampak langsung erupsi Anak Krakatau perlu disikapi secara hati-hati. Perbedaan informasi yang beredar menunjukkan pentingnya mengutamakan keterangan lembaga resmi seperti BMKG dan Badan Geologi serta tidak menyebarluaskan rekaman atau klaim yang belum terverifikasi.

Bagi masyarakat, suara dentuman dan getaran yang dirasakan menjadi fakta pengalaman warga, sedangkan penyebab pastinya harus berdasarkan hasil analisis ilmiah. Warga juga diimbau tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi pemerintah.

Fenomena tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah aktivitas vulkanik Anak Krakatau yang memang sedang dipantau. Namun, berdasarkan keterangan BMKG yang tersedia, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa dentuman di Bandung disebabkan oleh erupsi Anak Krakatau.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.