MAKASSAR, Radarjakarta.id – Misteri hilangnya balita empat tahun, Bilqis Ramadhany, akhirnya terungkap mengejutkan publik. Bocah mungil yang dilaporkan hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar, ternyata diculik dan dijual seharga Rp3 juta oleh seorang wanita bernama Sri Yuliana alias Ana (30).
Ana ditangkap polisi setelah rekaman CCTV memperlihatkannya membawa Bilqis keluar dari taman. Dalam pemeriksaan, Ana mengaku awalnya ingin “merawat” sang bocah, namun nekat menjualnya karena terdesak ekonomi. “Awalnya cuma mau dirawat, tapi karena butuh uang, saya jual tanggal 3 November,” ujar Ana lirih, Sabtu malam (8/11/2025).
Transaksi jual beli anak itu terjadi melalui grup Facebook bertema adopsi anak. Dari sana, Ana mengenal seorang perempuan asal Jakarta yang menawarinya uang Rp3 juta. Uang muka sebesar Rp500 ribu dikirim lebih dulu sebelum penyerahan anak dilakukan di Jalan Abu Bakar Lambogo, Makassar.
Setelah diserahkan, Bilqis dibawa keluar dari Sulawesi Selatan dan ditemukan sepekan kemudian di Jambi, tepatnya di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), Kabupaten Merangin. Ana mengaku terkejut mengetahui Bilqis bisa sampai ke Jambi. “Saya kira hanya mau diadopsi, tidak tahu dijual lagi,” ucapnya.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana membenarkan penemuan Bilqis dan menyebut penyidik kini mendalami dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas provinsi. “Ada indikasi jaringan. Detailnya akan kami rilis Senin (10/11),” ujar Arya.
Tangis haru keluarga pecah saat Bilqis dipastikan selamat. Ayahnya, Dwi Nurmas, tak kuasa berkata banyak setelah pihak kepolisian menunjukkan wajah Bilqis lewat panggilan video. “Yang penting anak saya sudah ditemukan,” katanya singkat.
Kasus ini memicu keprihatinan publik dan viral di media sosial dengan tagar #SaveBilqis. Polisi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap modus “adopsi” di dunia maya yang kini disinyalir menjadi kedok jaringan perdagangan anak lintas daerah.***











