PADANG, RadarJakarta.id – Banjir melanda sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), setelah hujan deras mengguyur sejak siang hari. Data sementara yang dilaporkan BPBD Kota Padang hingga pukul 22.45 WIB mencatat 498 warga terdampak dan 238 jiwa telah dievakuasi.
Berdasarkan laporan tersebut, banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, serta Tabing Banda Gadang. Sedikitnya 120 rumah dilaporkan terdampak genangan.
Kondisi di lapangan memerlukan penanganan cepat. Tim SAR gabungan mengevakuasi warga dari sejumlah kawasan menggunakan perahu penyelamatan dan peralatan evakuasi. Di Perumahan Lumin Park, Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 178 jiwa dilaporkan telah dievakuasi, menjadi jumlah terbesar di antara lokasi yang dirinci dalam laporan tersebut.
Banjir juga menyebabkan empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak berat di Kecamatan Kuranji. Akses jalan di sekitar kawasan PDAM Guo dilaporkan terputus. Petugas masih melakukan pendataan dampak bencana dan menangani kebutuhan warga terdampak.
Anggota Komisi VII DPR RI, Athari Gauthi Ardi, turut menyoroti penanganan banjir tersebut. Ia menegaskan pentingnya keselamatan warga, percepatan evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. “Dalam situasi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir susulan, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang ketika hujan deras kembali terjadi. Warga di kawasan rawan diminta mengikuti arahan petugas dan segera mencari tempat aman jika situasi membahayakan.
Hingga laporan pembaruan Sabtu malam tersebut, data korban dan kerusakan masih bersifat sementara. |Rahayu*











