Prabowo Pantau Erupsi Anak Krakatau, Minta Warga Tenang dan Waspada

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Prabowo meminta masyarakat, terutama warga Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak erupsi.

Prabowo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik tersebut sejak awal. Ia juga telah menginstruksikan BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat berjalan optimal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Presiden akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia,” demikian pesan Prabowo yang disampaikan melalui akun resmi Presiden.

Di tengah situasi tersebut, Prabowo juga menyampaikan doa bagi masyarakat Indonesia. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden dalam pesannya.

Sementara itu, PVMBG Badan Geologi menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). Episode erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB, namun erupsi susulan tercatat pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Potensi letusan susulan masih dinilai tinggi.

PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga di pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta tidak mempercayai informasi mengenai potensi tsunami yang berasal dari sumber tidak resmi.

BMKG pada Minggu (6/9) melaporkan sebaran abu vulkanik telah terdeteksi melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, penerbangan, dan kondisi laut. Pemerintah meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan menggunakan pelindung pernapasan ketika beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.