JAKARTA, RadarJakarta.id – Lembaga seni budaya Ayodya Pala merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 pada 24 April dengan mengusung tema besar “Menghidupkan Tradisi, Menggerakkan Generasi”. Tema ini menjadi simbol komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis.
Wakil Ketua Umum Ayodya Pala, Dr. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds., M.Si., menegaskan bahwa selama lebih dari empat dekade, Ayodya Pala telah menjelma sebagai salah satu pilar penting dalam pelestarian budaya sekaligus pembinaan generasi muda berbasis seni.
“Selama 46 tahun, Ayodya Pala tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan seni, tetapi juga sebagai ekosistem budaya yang menanamkan nilai disiplin, karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap identitas bangsa,” ujarnya kepada Radar Jakarta.
Dengan jaringan yang kini mencapai 47 cabang di berbagai daerah serta ribuan siswa aktif, Ayodya Pala terus memperluas perannya sebagai ruang belajar, berkarya, dan berprestasi bagi generasi muda Indonesia. Organisasi ini konsisten membangun lingkungan yang inspiratif dan inklusif bagi para pelaku seni sejak usia dini.
Perayaan HUT ke-46 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bahwa seni dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi strategis dalam membangun masa depan bangsa.
Beragam capaian telah diraih Ayodya Pala, mulai dari partisipasi dalam pemecahan rekor dunia MURI, keterlibatan aktif dalam festival budaya tingkat daerah, nasional, hingga internasional, hingga menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan komunitas seni.
Tak hanya itu, pembinaan berkelanjutan dalam bidang seni tari, musik, dan pertunjukan budaya juga menjadi fokus utama, guna mencetak generasi yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki kesadaran budaya yang kuat.
Denta menambahkan, tema tahun ini menjadi pengingat bahwa tradisi tidak boleh berhenti sebagai simbol atau nostalgia, melainkan harus terus dihidupkan melalui aksi nyata dan keterlibatan generasi muda.
“Tradisi tidak cukup hanya dikenang. Ia harus dihidupkan, dijalankan, dan diwariskan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin memastikan bahwa seni budaya Indonesia tetap tumbuh, relevan, dan dicintai lintas generasi,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang adaptif, edukatif, dan kolaboratif, Ayodya Pala berhasil membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Keberadaan Ayodya Pala hari ini bukan sekadar organisasi, melainkan telah menjadi rumah besar bagi para pelaku seni, pendidik, generasi muda, dan masyarakat luas dalam menjaga serta mengimplementasikan nilai-nilai budaya Indonesia.
Melalui peringatan HUT ke-46 ini, Ayodya Pala berharap dapat terus menjadi motor penggerak dalam ekosistem seni budaya nasional, sekaligus melahirkan generasi penerus yang bangga, kreatif, dan berakar kuat pada budaya bangsa.











