JAKARTA, Radarjakarta.id — Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak, mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta memperluas orientasi program kepemudaan. Pembinaan generasi muda dinilai tidak cukup hanya berfokus pada sektor olahraga.
Josephine mengatakan, program kepemudaan juga perlu diarahkan pada penguatan kreativitas, inovasi, kapasitas mental, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Karena itu, Dispora diminta menyediakan ruang yang lebih luas bagi anak muda Jakarta untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang.
“Saya ingin Dispora tidak cuma bicara tentang olahraga terus-menerus, tetapi bagaimana membangun anak muda ini agar bisa kreatif menghadapi masa depan. Mari buat sesuatu yang benar-benar memancing kreativitas dan kapasitas mereka secara langsung,” ujar Josephine.
Menurut dia, potensi generasi muda Jakarta sangat beragam dan tidak terbatas pada prestasi olahraga. Industri kreatif, teknologi digital, kewirausahaan, seni, dan budaya juga membutuhkan dukungan serta pembinaan yang berkelanjutan.
Josephine menekankan pentingnya keseimbangan antara program keolahragaan dan kepemudaan. Dispora, kata dia, dapat memperbanyak ruang ekspresi dan wadah pengembangan kapasitas melalui pelatihan, inkubasi kreativitas, penguatan keterampilan, serta kolaborasi dengan komunitas dan dunia usaha.
“Anak muda harus diberi ruang untuk mencoba, berinovasi, membangun jejaring, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai. Jangan sampai potensi mereka berhenti hanya karena tidak memiliki wadah,” tegasnya.
Usulan penguatan potensi pemuda Jakarta tersebut sebelumnya disampaikan Josephine dalam Rapat Komisi R-APBD-P pada 9 September 2026.
Menjawab Tantangan Jakarta sebagai Kota Global
Josephine menilai penguatan kapasitas pemuda semakin penting seiring transformasi Jakarta sebagai kota global. Generasi muda perlu dibekali kemampuan memecahkan masalah, kepemimpinan, literasi digital, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Ia menilai program kepemudaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Program tersebut perlu memberikan keterampilan substantif yang dapat mendukung kesiapan kerja dan kewirausahaan.
Josephine juga menyoroti potensi kesenjangan keterampilan atau skills gap antara pencari kerja dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Program kepemudaan harus bisa menjawab kebutuhan zaman. Anak muda bukan hanya membutuhkan kegiatan, tetapi juga keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk bekerja, berwirausaha, dan menciptakan peluang baru,” tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat 6,03 persen. Angka tersebut turun 0,15 persen poin dibandingkan Februari 2025.
Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja di DKI Jakarta mencapai 5,53 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,20 juta orang tercatat bekerja.
Penguatan kreativitas, keterampilan, dan kapasitas pemuda diharapkan dapat mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha dan lapangan kerja baru di Jakarta.***











