JAKARTA BARAT, RadarJakartaBarat.id — Tim Verifikator Kampung Iklim (ProKlim) tingkat Provinsi tahun 2026 menyambangi Kampung ProKlim RW 02, Komplek Hankam, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penilaian terhadap berbagai program lingkungan dan upaya masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Merpati/Gagak, RT 05/RW 02, Komplek Hankam, Palmerah, itu dihadiri jajaran pemerintah wilayah, unsur TNI-Polri, lembaga kemasyarakatan, kader lingkungan, serta sejumlah pihak swasta dan perguruan tinggi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Depika Romadi, Camat Palmerah Febbiandri Suharto, Lurah Palmerah, Kasatpel Lingkungan Hidup, Kasatpel KPKP, Kasatpel Bina Marga, Kasatpel SDA, Kasatpel Pertamanan, Satgas Satpol PP, Satgas Gulkarmat, Ketua LMK Palmerah beserta anggota, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para ketua RW 01 hingga RW 17, Ketua TP PKK Kelurahan Palmerah, para ketua RT 01 hingga RT 08, Ketua RW 02 H. Firdaus, kader PKK, kader Dawis, Jumantik, Posyandu RW 02, serta perwakilan Kampus Mercu Buana dan sejumlah mitra lainnya.
Camat Palmerah Febbiandri Suharto mengatakan, proses penilaian tidak hanya melihat kondisi fisik lingkungan, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program Kampung ProKlim.
Ia meminta seluruh unsur wilayah turut mendampingi tim verifikator saat melihat langsung sejumlah program di RW 02, termasuk kegiatan komposting dan pemilahan sampah.
“Mudah-mudahan RW 02 bisa menjadi salah satu yang terbaik dan tentunya memenuhi aspek-aspek dalam menghadapi perubahan iklim,” ujar Febbiandri.
Menurutnya, sejumlah indikator yang menjadi perhatian dalam penilaian antara lain pengelolaan sampah, penghijauan, kebersihan lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, serta sejauh mana masyarakat bergerak bersama dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Febbiandri juga menekankan pentingnya implementasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang program “Pilah dan Olah Sampah” di tingkat rumah tangga.
Ia berharap seluruh rumah tangga di RW 02 dapat menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten, mulai dari memilah sampah hingga mengolahnya sesuai jenis.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat itu tergerak untuk sama-sama menyikapi kondisi terkait dengan beberapa aspek tersebut, khususnya berkenaan dengan program Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Pilah dan Olah Sampah,” katanya.
RW 02 Andalkan Penghijauan dan Tanaman Produktif
Sementara itu, Ketua RW 02 H. Firdaus menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan penilaian Kampung ProKlim selama kurang lebih dua bulan dengan melibatkan masyarakat dan mendapat pendampingan dari pemerintah kelurahan serta kecamatan.
Menurut Firdaus, berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan lingkungan RW 02 lebih hijau, sehat, sekaligus memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan tanaman produktif yang disebut menjadi ikon Jakarta Barat, yakni golden melon dan labu madu. Kedua tanaman tersebut bahkan telah memasuki masa panen.
“Kami banyak menanam hal-hal yang positif bagi kehidupan manusia. Salah satunya golden melon dan labu madu yang menjadi ikon Jakarta Barat. Alhamdulillah, sudah kami panen,” ujar Firdaus.
Selain itu, warga juga mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA), jagung, pandan, kangkung, serta berbagai tanaman lainnya. RW 02 juga memiliki kolam gizi yang menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Firdaus menyebut persiapan tersebut tidak hanya mengandalkan swadaya warga. Sejumlah pihak turut memberikan dukungan, termasuk bantuan panel surya dari JNE dan dukungan berbagai mitra lainnya.
Pemilahan Sampah Jadi Salah Satu Fokus Penilaian
Dalam penilaian Kampung ProKlim, RW 02 juga menunjukkan sistem pemilahan sampah berdasarkan kategorinya. Warga didorong memahami perbedaan sampah organik, nonorganik, residu, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Selain pengelolaan sampah dan penghijauan, penghematan serta pemanfaatan energi menjadi bagian penting dari upaya menciptakan kampung yang lebih ramah lingkungan.
Firdaus berharap hasil penilaian dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai program lingkungan yang telah berjalan.
“Kami ingin menciptakan warga RW 02 menjadi warga yang hijau, warga yang sehat, serta menciptakan iklim yang baik, khususnya untuk Ibu Kota DKI Jakarta,” pungkasnya.
Kegiatan verifikasi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, TNI-Polri, dan berbagai elemen lainnya dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, sehat, dan adaptif terhadap perubahan iklim.|Hendra*











