KALBAR, Radarjakarta.id — Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengerahkan 300 personel Brimob melalui skema Bantuan Kendali Operasi (BKO). Pasukan tersebut berasal dari unsur Brimob wilayah Kalimantan Timur dan Satuan Brimob Polda Bali.
Dari total kekuatan tersebut, 110 personel Satbrimob Polda Bali diberangkatkan untuk membantu Polda Kalimantan Barat dalam menangani karhutla, sementara 190 personel lainnya berasal dari Pasukan Pelopor II Korbrimob Polri.
Pemberangkatan 110 personel Brimob Polda Bali dilakukan pada Senin, 24 Agustus 2026, dari Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung. Pasukan tersebut dipimpin Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dan diberangkatkan melalui jalur udara menuju Pontianak, Kalimantan Barat.
Kapolda Bali mengatakan pengiriman satu satuan setingkat kompi (SSK) tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap penanganan bencana sekaligus upaya membantu masyarakat yang terdampak karhutla dan asap.
“Saat ini kita memberangkatkan sebanyak satu kompi Brimob Polda Bali yang terdiri dari 110 personel,” kata Daniel Adityajaya.
Diperkuat 300 Personel
Setibanya di Kalimantan Barat, 110 personel Brimob Polda Bali bergabung dengan 190 personel Brimob yang dikerahkan dari wilayah Kalimantan Timur. Dengan demikian, Polda Kalbar memperoleh tambahan kekuatan sebanyak 300 personel untuk mendukung Satgas Aman Nusa II dalam penanganan karhutla.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar memimpin apel penerimaan 300 personel tersebut di Mako Satbrimobda Polda Kalbar pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Ratusan personel tambahan itu akan diperkuat dengan sarana dan prasarana penanganan karhutla serta diarahkan ke sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.
Delapan Wilayah Menjadi Prioritas
Polda Kalbar menetapkan delapan wilayah sebagai lokasi prioritas penanganan karhutla, yakni Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Bengkayang, Sanggau, dan Melawi.
Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena tingkat kerawanan karhutla yang relatif tinggi.
Penambahan personel dilakukan untuk memperkuat berbagai langkah di lapangan, mulai dari deteksi dini, patroli, pencegahan, pemadaman titik api hingga perlindungan masyarakat dari dampak asap.
Operasi Terpadu Lintas Instansi
Penanganan karhutla tidak dilakukan Polri seorang diri. Personel Brimob akan berkoordinasi dengan jajaran Polda Kalbar, TNI, Manggala Agni, BPBD, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro sebelumnya menegaskan seluruh kekuatan harus bergerak dalam satu komando. Menurutnya, kondisi karhutla di Kalbar membutuhkan respons cepat karena cuaca panas, vegetasi kering, dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
Selain pemadaman, pengerahan personel juga diarahkan untuk mencegah meluasnya titik api dan mengurangi dampak asap terhadap aktivitas masyarakat.
Utamakan Keselamatan Personel
Dalam pemberangkatan pasukan, Kapolda Bali meminta seluruh personel menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.
Personel juga diminta bekerja secara profesional dan humanis serta mengikuti garis komando dan prosedur penanganan yang telah ditetapkan.
Pengerahan 300 personel Brimob dari Kaltim dan Bali menjadi bagian dari respons Polri menghadapi kondisi darurat karhutla di Kalimantan Barat. Kehadiran tambahan kekuatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian titik api sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran dan kabut asap.***











