Karhutla Kalibata Viral, Dua Pria Terekam di Lokasi

banner 468x60

PALANGKA RAYA, Radarjakarta.id — Video yang memperlihatkan dua pria keluar dari kawasan lahan terbakar di Jalan Kalibata Ujung, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu keresahan publik karena muncul dugaan bahwa kedua pria itu berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam video yang beredar, pengunggah akun Instagram @valen_ggerni mendatangi dua pria setelah melihat kobaran api di sekitar kawasan tersebut. Ketika ditanya mengenai sumber api, salah seorang pria tampak membantah dan mengelak. Rekaman kemudian memperlihatkan wajah yang sempat tertangkap kamera, tetapi tidak terlihat jelas setelah pria tersebut mengarahkan senter ke kamera perekam.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Video itu sontak menuai beragam reaksi warganet. Sebagian meminta aparat segera menyelidiki identitas dan aktivitas kedua pria tersebut. Namun, hingga kini belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa mereka merupakan pelaku pembakaran. Status keduanya masih sebatas dugaan yang berkembang di media sosial.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kawasan Jalan Kalibata Ujung memang sebelumnya terdampak karhutla. Pada 8 Agustus 2026, kebakaran di kawasan itu dilaporkan meluas hingga mendekati permukiman dan menghanguskan satu rumah. Kondisi lahan yang kering, cuaca panas serta angin membuat api cepat merambat.

Dugaan adanya aktivitas manusia juga sebelumnya muncul di lokasi. Media Monitor Indonesia melaporkan seorang relawan mengaku melihat seseorang berada di sekitar titik api ketika kebakaran masih kecil dan kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Namun, laporan tersebut juga menegaskan dugaan itu belum menjadi kesimpulan resmi dan penyebab kebakaran masih membutuhkan penyelidikan.

Merespons informasi karhutla yang beredar, Polsek Pahandut melakukan pengecekan langsung ke Jalan Kalibata Ujung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Petugas memastikan lokasi yang disebut dalam informasi viral merupakan kawasan semak belukar dan lahan gambut. Dari pemeriksaan ditemukan bekas lahan terbakar sekitar tiga hektare, tetapi saat petugas datang tidak lagi terlihat api maupun asap.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menggali informasi dari masyarakat. Polisi juga berkoordinasi dengan warga dan perangkat lingkungan serta tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi viral mengenai dugaan pelaku karhutla perlu disikapi secara hati-hati. Identitas seseorang yang terekam dalam video tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menetapkan seseorang sebagai pelaku. Pembuktian tetap menjadi kewenangan aparat melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, olah tempat kejadian perkara dan proses penyelidikan sesuai hukum.

Di tengah ancaman karhutla yang masih menjadi perhatian di Palangka Raya, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran. Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama agar api tidak kembali meluas dan mengancam permukiman warga.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.