UNSURYA Gandeng Federasi Pilot Indonesia, Pilot Aktif Kini Bisa Kuliah Tanpa Tinggalkan Kokpit

UNSURYA Gandeng Federasi Pilot Indonesia, Pilot Aktif Kini Bisa Kuliah Tanpa Tinggalkan Kokpit
UNSURYA Gandeng Federasi Pilot Indonesia, Pilot Aktif Kini Bisa Kuliah Tanpa Tinggalkan Kokpit
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Federasi Pilot Indonesia (FPI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Aula Hercules, Kampus A UNSURYA, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kolaborasi yang berlaku selama lima tahun ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor kedirgantaraan, sekaligus menjawab kebutuhan industri penerbangan yang semakin kompleks.

Melalui kerja sama tersebut, pilot aktif akan mendapatkan akses pendidikan tinggi yang lebih fleksibel melalui program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring. Skema ini memungkinkan para penerbang melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas dan jadwal penerbangan yang padat.

Presiden Federasi Pilot Indonesia, Kapt. M. Ali Nahdi, mengatakan peningkatan kapasitas akademis bagi pilot bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan formalitas, tetapi menjadi bekal penting bagi pengembangan karier, khususnya ketika seorang penerbang memasuki jenjang manajemen dan kepemimpinan.

“Terbang itu penuh dengan kalkulasi dan pengambilan keputusan (decision making). Namun, untuk urusan manajemen eksekutif dan kepemimpinan organisasi, dibutuhkan fondasi keilmuan akademis yang kokoh. Selama kita masih hidup, menuntut ilmu adalah kebutuhan mutlak,” ujar Ali Nahdi usai penandatanganan kerja sama.

Pengalaman Pilot Bisa Dikonversi Menjadi SKS

Salah satu poin penting dalam PKS tersebut adalah skema konversi kompetensi praktis ke dalam bobot akademik.

Pengalaman kerja, sertifikasi profesi, serta jam terbang yang dimiliki para pilot akan diselaraskan dengan kurikulum perguruan tinggi dan dapat diakui dalam bentuk Satuan Kredit Semester (SKS), sesuai mekanisme akademik yang berlaku.

Rektor UNSURYA, Marsekal Muda (Purn.) Dr. Sungkono, mengatakan skema tersebut memberikan kesempatan bagi penerbang aktif untuk memperoleh pendidikan tinggi secara lebih adaptif.

“Sinergi ini mewadahi para pilot Indonesia agar tidak hanya unggul di ruang kokpit, tetapi juga memiliki kedalaman wawasan akademis serta kepatuhan hukum penerbangan yang kokoh,” kata Sungkono.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan para penerbang juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.

Kerja sama UNSURYA dan FPI tidak hanya mencakup aspek pendidikan. Kolaborasi tersebut juga diarahkan pada implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, termasuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dorong Riset dan SDM Aviasi Berdaya Saing

Dekan UNSURYA, Dr. Aprilia Sakti K., S.Si., M.Si., menegaskan keberhasilan kerja sama tidak berhenti pada seremoni penandatanganan.

Menurutnya, tantangan utama setelah MoU dan PKS ditandatangani adalah memastikan program tersebut benar-benar berjalan dan memberikan dampak yang terukur.

“Dinamika perkembangan kedirgantaraan bergerak sangat cepat. Melalui MoU ini, tanggung jawab utama kita adalah memastikan implementasi nyata: ada perkuliahan yang berjalan, riset yang terpublikasi, serta dampak positif yang terukur bagi kualitas SDM Indonesia,” tegas Aprilia.

Ia menambahkan, sosialisasi mengenai mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan program juga akan diperkuat agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penerbang yang membutuhkan pendidikan lanjutan.

Sementara itu, Sekjen FPI Kapt. Setiadji Wiwandoko menyebut kemitraan tersebut menjadi titik temu antara kepakaran akademisi dan pengalaman praktis para profesional penerbangan.

“Kemitraan antara UNSURYA dan Federasi Pilot Indonesia memadukan kepakaran akademisi dengan presisi para praktisi udara,” ungkap Setiadji.

Menurutnya, perpaduan kompetensi teknis penerbangan dengan kemampuan manajemen dan tata kelola diharapkan mampu memperkuat daya saing industri aviasi nasional di tengah persaingan penerbangan global.

Penandatanganan MoU dan PKS tersebut turut dihadiri Sekjen FPI Kapt. Setiadji Wiwandoko, Marsma (Purn.) Supandi Parto dari FDI, Ketua Asosiasi Helikopter Indonesia Kapt. Yunus, perwakilan Kepolisian Tubagus, Dekan UNSURYA Dr. Aprilia Sakti K., S.Si., M.Si., serta jajaran Wakil Rektor dan pimpinan lembaga di lingkungan UNSURYA.

Kerja sama ini diharapkan membuka semakin luas akses peningkatan kompetensi bagi para insan penerbangan Indonesia, sehingga pengalaman panjang di dunia penerbangan dapat berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu akademis, manajemen, dan tata kelola.

Dengan demikian, para penerbang tidak hanya memiliki kemampuan mengoperasikan pesawat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peran strategis dalam pengelolaan dan pengembangan industri penerbangan nasional.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.