DELI SERDANG, Radarjakarta.id – Kecelakaan beruntun yang diduga dipicu truk bermuatan galon air mineral mengalami rem blong mengguncang Jalan Jamin Ginting Km 44–45, tepatnya di depan kawasan Grand Hill/Hill Park, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Insiden mengerikan tersebut melibatkan sembilan kendaraan, terdiri atas satu truk Fuso, dua truk Colt Diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor. Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan ringsek, sebagian terguling, serta menutup badan jalan hingga memicu kemacetan panjang di jalur utama Medan–Berastagi.
Berdasarkan informasi sementara dari pihak kepolisian, truk Fuso yang melaju dari arah Tanah Karo menuju Medan diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman (rem blong) sehingga sopir kehilangan kendali dan menghantam kendaraan-kendaraan di depannya secara beruntun. Penyebab pasti kecelakaan masih didalami melalui penyelidikan.
Peristiwa tragis itu merenggut empat korban jiwa, yakni Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), seluruhnya warga Sidikalang, Kabupaten Dairi, serta Anton Simorangkir.
Selain korban meninggal, delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Dua korban mendapat perawatan di Puskesmas Sibolangit, sedangkan enam korban yang mengalami cedera lebih serius dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan bahwa sopir truk berinisial I (50) beserta kernet telah diamankan guna dimintai keterangan. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menyelidiki kondisi teknis kendaraan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, tenaga medis, dan relawan bergerak cepat mengevakuasi korban maupun kendaraan yang rusak. Setelah proses evakuasi selesai, seluruh kendaraan dipindahkan ke tepi jalan sehingga arus lalu lintas Medan–Berastagi yang sempat lumpuh total akhirnya kembali normal.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan barang, khususnya sistem pengereman, sebelum beroperasi di jalur pegunungan yang memiliki medan menurun dan padat lalu lintas. Aparat mengimbau seluruh perusahaan angkutan dan pengemudi untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan demi mencegah kecelakaan serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian akan menyampaikan hasil resmi setelah seluruh proses investigasi selesai.|Al Pane*











