CBA Soroti Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG, Minta Kejagung Transparan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti keputusan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang meminta seluruh Kejaksaan Tinggi (Kejati) menghentikan pengumpulan data dan keterangan terkait dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya pada Selasa (14/7), Uchok menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang tidak lazim dan berpotensi memunculkan pertanyaan publik mengenai independensi proses penegakan hukum. Menurutnya, penghentian proses pengumpulan data perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Langkah yang diambil Kejagung adalah kebijakan yang tidak lazim. Ini patut dipertanyakan karena dapat memunculkan dugaan adanya intervensi terhadap proses penyelidikan dugaan korupsi MBG,” ujar Uchok.

Uchok mengaitkan kebijakan tersebut dengan perkembangan penanganan perkara yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Menurutnya, setelah Febrie ditetapkan sebagai tersangka oleh Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, muncul ruang bagi dugaan adanya intervensi terhadap proses penyelidikan dugaan korupsi MBG.

“Setelah Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortastipidkor, menurut saya peluang intervensi terhadap Kejaksaan menjadi terbuka sehingga penyelidikan MBG dihentikan,” katanya.

Ia juga menilai Febrie Adriansyah merupakan sosok yang berani menangani sejumlah perkara besar, termasuk dugaan korupsi dalam program MBG. “Febrie Adriansyah berani membuka dugaan korupsi MBG meski akhirnya jabatan Jampidsus dicopot dan kemudian dijadikan tersangka,” ucapnya.

Selain menyoroti kebijakan Kejagung, Uchok turut menyampaikan pandangannya mengenai penanganan perkara yang menjerat Febrie Adriansyah serta mengkritisi penegakan hukum di lingkungan kepolisian. “Kalau di kepolisian, yang menjadi korban justru orang miskin dan kaum duafa. Itu yang saya kritik,” tutup Uchok.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Kejaksaan Agung terkait pernyataan Uchok Sky Khadafi maupun alasan penghentian pengumpulan data dan keterangan terkait dugaan korupsi program MBG.`ZDN*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.