JAKARTA, Radarjakarta.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang perempuan mengaku tidak segera dilayani saat hendak melaporkan dugaan kekerasan di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam rekaman yang viral di Threads dan berbagai platform media sosial, tampak sejumlah anggota polisi sedang menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga memicu tudingan bahwa laporan warga diabaikan.
Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan publik dan diberitakan secara luas oleh berbagai media lokal, nasional hingga internasional yang mengutip perkembangan kasus dari pihak kepolisian. Intisari pemberitaan menunjukkan dua sisi yang sama-sama penting: adanya keluhan dari warga sebagai pelapor, sekaligus klarifikasi resmi dari Polres Metro Jakarta Barat mengenai kronologi sebenarnya.
Berdasarkan penjelasan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan, kejadian bermula pada Minggu (28/6) sekitar pukul 23.50 WIB ketika seorang perempuan datang ke Polsek Cengkareng untuk melaporkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun pada saat yang sama, petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sedang memproses laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang lebih dahulu diterima.
Petugas kemudian menghubungi piket Reserse Kriminal untuk menangani laporan berikutnya. Saat proses berlangsung, perempuan tersebut diminta menunggu beberapa saat hingga petugas yang menangani perkara sebelumnya selesai memberikan pelayanan.
Video yang viral memperlihatkan sejumlah anggota polisi sedang menyaksikan pertandingan sepak bola. Menanggapi hal itu, Polres Metro Jakarta Barat menegaskan bahwa anggota yang terlihat dalam video bukan petugas yang sedang menerima laporan masyarakat, melainkan Perwira Pengawas (Pawas) dan personel yang tengah bersiap mengikuti apel razia stasioner.
Menurut kepolisian, sesaat setelah sirene apel siaga berbunyi, pelapor memilih meninggalkan kantor polisi tanpa menyelesaikan proses pembuatan laporan polisi. Pihak Polsek Cengkareng mengaku telah memberikan klarifikasi melalui kolom komentar maupun pesan langsung kepada akun pengunggah video tersebut.
Meski demikian, peristiwa ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap kualitas pelayanan kepolisian, terutama dalam penanganan laporan korban kekerasan. Pengamat menilai, persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik dapat terbentuk hanya dalam hitungan menit. Karena itu, selain memastikan prosedur berjalan sesuai aturan, komunikasi yang cepat, empati kepada korban, dan transparansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga kini, belum terdapat informasi bahwa pelapor telah membuat laporan polisi secara resmi setelah meninggalkan lokasi. Polres Metro Jakarta Barat menegaskan tetap membuka ruang bagi korban untuk melapor dan memastikan setiap pengaduan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.***











