JAKARTA, Radarjakarta.id — Bertepatan dengan 50 tahun kiprahnya di Indonesia, Save the Children Indonesia menggelar Festival Pahlawan Anak 2026 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak. Festival ini resmi dibuka pada Kamis (13/8/2026) dan berlangsung hingga 16 Agustus 2026 di Main Atrium Ground Floor, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan.
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Chairperson Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan peringatan 50 tahun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama terhadap masa depan anak Indonesia. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar perayaan, melainkan ajakan agar masyarakat ikut menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, nyaman, dan ramah anak.
“Hari ini tentunya hari yang sangat berarti bagi kami. Di saat kami merayakan 50 tahun bekerja untuk anak-anak Indonesia, kami menyelenggarakan Festival Pahlawan Anak. Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan ajakan untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman bagi anak,” ujar Dessy.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi konsistensi Save the Children selama lima dekade dalam memperjuangkan hak anak. Ia juga mengungkapkan data Survei Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SPHAR) 2024 yang menunjukkan 50,78 persen anak usia 13-17 tahun di Indonesia pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya.
Arifatul menegaskan tingginya angka tersebut harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah bersama berbagai pihak terus mendorong Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (GERENAS), dengan fokus pada empat lingkungan utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga tertentu.
Festival Pahlawan Anak 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, di antaranya Ruang Aman Immersive Experience, permainan edukatif, Panggung Cerita bersama sutradara Angga Sasongko, serta Bincang Inspiratif bersama figur publik seperti Maudy Ayunda dan Najwa Shihab. Anak-anak yang tergabung dalam Children and Youth Advisory Network serta perwakilan Nona Hebat juga mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi kepada para pemangku kepentingan.
Anggota Dewan Pembina Yayasan Save the Children Indonesia, Dewi Kamaratih Soeharto, menekankan pentingnya peran orang dewasa dalam menciptakan ruang aman. “Langkah paling awal untuk menciptakan ruang aman adalah dengan mau mendengarkan anak-anak kita,” ujarnya. Melalui festival tersebut, Save the Children berharap kolaborasi pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, sektor swasta, komunitas, dan anak-anak semakin kuat sehingga setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan mengejar cita-citanya dalam lingkungan yang aman. |Guffe*











