SURABAYA, RadarJakarta.id – Transformasi digital di industri asuransi terus berkembang melalui pemanfaatan data dan teknologi otomatisasi. Salah satunya diterapkan dalam proses underwriting atau penilaian risiko calon nasabah untuk membuat proses lebih cepat, terukur, dan mudah ditelusuri.
Hal tersebut menjadi perhatian Syntech, unit bisnis RDS Group yang bergerak di bidang solusi digital untuk industri kesehatan dan asuransi. Dalam 7th Indonesia Underwriting Summit (IUS) 2026 yang digelar Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (PERUJI) di Trans Luxury Hotel, Surabaya, 9-10 September 2026, Syntech memperkenalkan MediAssessX-Auto Underwriting.
Forum bertema “Integrated Underwriting Journey – Data, Discipline, Decision” itu membahas integrasi data, disiplin proses, serta pengambilan keputusan dalam memperkuat sistem underwriting. Managing Director Syntech, Terence Martin, menjelaskan MediAssessX memanfaatkan data, analytics, risk profiling, dan underwriting rules untuk mendukung proses penilaian risiko.
Menurut Terence, teknologi tidak dirancang untuk menggantikan seluruh keputusan underwriter. Teknologi justru memberikan informasi dan analisis sebagai bahan pertimbangan, sedangkan keputusan tetap mengacu pada aturan dan kebijakan pengelola risiko. “MediAssessX dirancang dengan prinsip bahwa data dan analytics dapat memberikan insight, sementara keputusan tetap berada pada peraturan dan kebijakan yang dimiliki dan dikendalikan oleh pengelola analisis risiko,” ujar Terence.
MediAssessX juga memungkinkan proses pengambilan keputusan underwriting lebih mudah ditelusuri. Setiap tahapan, mulai dari pertanyaan, jawaban, indikator risiko, aturan yang digunakan hingga dasar keputusan, dapat terdokumentasi. Sistem ini juga dapat memanfaatkan data klaim perusahaan untuk membantu menyesuaikan pertanyaan, batasan, dan pengecualian berdasarkan pengalaman serta kondisi aktual perusahaan.
Dalam penerapannya, kasus dengan karakteristik sederhana dapat diproses melalui otomatisasi. Sementara itu, kasus yang lebih kompleks tetap ditangani underwriter dengan mempertimbangkan aturan dan kebijakan perusahaan. Pendekatan tersebut memungkinkan tenaga underwriting lebih fokus pada kasus yang membutuhkan analisis mendalam, tanpa mengesampingkan kontrol dan pertimbangan profesional.
Kehadiran Syntech dalam IUS 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri asuransi Indonesia. Selain menjadi sponsor dan pembicara, Syntech berbagi perspektif mengenai pemanfaatan data, analisis, dan intelligent automation untuk membangun proses underwriting yang lebih terintegrasi, transparan, dan sesuai kebutuhan perusahaan asuransi.***











