BEKASI, Radarjakarta.id – Kecelakaan maut terjadi di Simpang Unisma, Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, Senin (29/6), ketika sebuah truk wing box diduga mengalami gangguan pengereman hingga menghantam satu mobil dan lima sepeda motor. Berdasarkan data sementara, satu orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya selamat dengan berbagai kondisi luka. Polisi telah mengamankan sopir truk untuk menjalani pemeriksaan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan rem truk tidak berfungsi optimal saat melintasi persimpangan. Meski demikian, kepolisian menegaskan penyebab kecelakaan masih didalami melalui pemeriksaan sopir, saksi, rekaman CCTV, serta uji teknis kendaraan. Aparat juga akan memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran lalu lintas dalam insiden tersebut.
Korban luka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi. RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) menangani tiga korban, terdiri atas dua korban selamat, yakni Tomiy (24) dan M. Fathurrohman (20), serta satu korban meninggal dunia yang hingga kini masih diidentifikasi dan sementara tercatat sebagai X, seorang pengemudi ojek online.
Sementara itu, RS Bhakti Kartini merawat tiga korban selamat, yakni Inggrid Selvia (18), Erlis Dwi (44), dan seorang anak laki-laki bernama Abizar. Di RS Siloam Bekasi Timur, dua korban juga dilaporkan dalam kondisi selamat dan masih menjalani perawatan. Adapun RS Mitra Keluarga Bekasi Timur menerima tiga korban selamat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa jumlah korban masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan di lapangan. Identitas korban meninggal juga masih menunggu proses verifikasi resmi sebelum diumumkan kepada publik dan keluarga.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang, khususnya sistem pengereman. Polisi mengimbau perusahaan angkutan untuk memastikan armada dalam kondisi laik jalan, sementara pengguna jalan diminta tetap waspada saat melintas di persimpangan padat guna meminimalkan risiko kecelakaan.***











