Mahasiswa LSPR Ajak Warga Ulujami Sulap Minyak Jelantah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Proses pembuatan lilin dari minyak jelantah. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pesanggrahan Berpijar” yang digagas mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR berhasil menghadirkan edukasi sekaligus solusi bagi pengelolaan limbah minyak jelantah di lingkungan masyarakat.

Melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, program ini mengajak warga Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengubah minyak jelantah dari limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-1SP tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah.

Ketua Pelaksana “Pesanggrahan Berpijar”, Chrisyella Cysile Tanada mengatakan bahwa selama ini minyak bekas pakai kerap dibuang ke saluran air atau lingkungan sekitar yang berpotensi menyebabkan pencemaran.

Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa minyak jelantah masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan benar.

“Sebagai mahasiswa, kami ingin berpartisipasi aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai guna dari minyak jelantah. Kegiatan kami ini didukung oleh Bank Sampah Akademi Kompos dalam penerapan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan,” ujar Chrisyella dalam konferensi pers “Pesanggrahan Berpijar”, Minggu (21/6/2026).

Mengusung semangat edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, “Pesanggrahan Berpijar” menghadirkan serangkaian kegiatan yang dimulai dari kampanye digital melalui media sosial.

Tim penyelenggara juga menggelar program “Pesanggrahan Berpijar Goes To School” di SMK Perwira Jakarta yang melibatkan lebih dari 70 siswa dalam sesi edukasi interaktif mengenai pengelolaan limbah dan gaya hidup berkelanjutan.

Puncak kegiatan berlangsung di RPTRA Nusantara Ulujami, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6/2026). Acara diawali dengan konferensi pers, dilanjutkan workshop pengolahan minyak jelantah bersama Bank Sampah Akademi Kompos.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan seperti lilin aromaterapi, sabun, hingga biodiesel.

Selain workshop, masyarakat juga dapat mengunjungi area pameran yang menampilkan berbagai hasil olahan minyak jelantah. Pameran tersebut dikemas dalam sejumlah zona kreatif untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai kalangan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, “Pesanggrahan Berpijar” akan menerbitkan booklet edukasi praktis tentang pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah dalam format cetak dan digital. Edukasi juga diperkuat melalui kampanye User Generated Content (UGC) dan publikasi video rekap kegiatan di media sosial.

Melalui program ini, “Pesanggrahan Berpijar” diharapkan dapat menjadi gerakan edukasi lingkungan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Tidak hanya mengurangi pencemaran, pengolahan minyak jelantah juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan oleh warga secara berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.