Geger Alat Pelacak di Mobil Tiyo Ardianto, Diduga Dibuntuti

banner 468x60

YOGYAKARTA, Radarjakarta.id – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengaku menemukan sebuah perangkat yang diduga alat pelacak elektronik bernama PBX Finder menempel di bagian bawah kendaraan yang sedang ia gunakan. Temuan tersebut sontak memicu perhatian publik dan memunculkan perdebatan mengenai keamanan aktivis serta kebebasan menyampaikan kritik di ruang demokrasi.

Menurut keterangan yang disampaikan Tiyo melalui unggahan video di media sosial, keberadaan perangkat itu diketahui setelah telepon genggamnya menampilkan notifikasi adanya alat pelacak yang bergerak bersamanya. Setelah dilakukan pemeriksaan, perangkat berwarna hitam tersebut ditemukan menempel di bawah kerangka kendaraan. Tiyo mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang alat itu maupun tujuan pemasangannya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tiyo menyebut temuan itu terjadi setelah dirinya menghadiri kegiatan dan aksi mahasiswa di kawasan Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menduga pemasangan alat pelacak tersebut berkaitan dengan aktivitas kritis yang selama ini disuarakannya. Meski demikian, hingga kini belum terdapat bukti maupun keterangan resmi yang menghubungkan temuan perangkat tersebut dengan pihak tertentu.

Sejumlah pihak meminta agar kasus ini ditangani secara profesional dan objektif. Pengamat menilai dugaan pemasangan alat pelacak terhadap seorang aktivis mahasiswa merupakan persoalan serius apabila terbukti benar, karena dapat menyangkut aspek privasi, keamanan individu, dan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun di sisi lain, publik juga diimbau menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak terjadi penghakiman atau spekulasi yang berlebihan.

Berdasarkan informasi yang beredar, PBX Finder merupakan perangkat pelacak portabel yang bekerja melalui jaringan pencarian lokasi digital dan memiliki fungsi serupa perangkat pelacak barang. Meski demikian, asal-usul perangkat yang ditemukan Tiyo maupun status operasionalnya masih belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan teknis dan forensik lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan pemasangan alat pelacak tersebut. Kasus ini kini menjadi sorotan nasional karena terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kebebasan berekspresi, keamanan aktivis, serta ruang kritik dalam demokrasi Indonesia.|Suyatmi*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.