JAKARTA, Radarjakarta.id – Ajang BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 mencapai puncaknya hari ini dengan mempertandingkan nomor Half Marathon dan Marathon yang dimulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Ribuan pelari nasional dan internasional memadati jalan-jalan utama ibu kota dalam salah satu perhelatan lari terbesar di Indonesia.
Penyelenggara mencatat antusiasme peserta yang sangat tinggi. BTN JAKIM 2026 diikuti sekitar 45.500 pelari, termasuk lebih dari seribu peserta mancanegara dari puluhan negara. Pada hari pertama, Sabtu (13/6), kategori 5K dan 10K berlangsung sukses dengan puluhan ribu pelari menyelesaikan lomba, sementara hari ini menjadi panggung utama bagi para pelari Half Marathon dan Marathon yang melintasi sejumlah ikon Kota Jakarta.
Event berlabel World Athletics Elite Label Road Race tersebut semakin mengukuhkan posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism internasional. Rute lomba membawa peserta melewati kawasan Medan Merdeka, MH Thamrin, Bundaran HI, Sudirman, Senayan hingga finis di GBK, menghadirkan pengalaman berlari di jantung ibu kota yang setara dengan marathon kelas dunia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan dan penyelenggara menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan untuk memastikan kelancaran lomba. Bahkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) ditiadakan sementara guna mendukung pelaksanaan BTN JAKIM 2026 yang berlangsung selama dua hari.
Selain menjadi ajang olahraga prestasi, BTN JAKIM 2026 juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Jakarta melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, dan UMKM. Penyelenggara menargetkan perputaran ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah seiring meningkatnya jumlah peserta dan wisatawan olahraga dari dalam maupun luar negeri.
Keberhasilan BTN JAKIM 2026 dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta semakin siap bersaing dengan kota-kota besar dunia dalam penyelenggaraan event olahraga internasional. Dengan partisipasi yang terus meningkat dan dukungan publik yang besar, marathon kebanggaan Indonesia ini berpotensi menjadi salah satu agenda lari paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara.***










