Lahan Buang Sampah Sembarangan, Disulap Jadi Lahan Pertanian

Lahan Buang Sampah Sembarangan, Disulap Jadi Lahan Pertanian
Lahan Buang Sampah Sembarangan, Disulap Jadi Lahan Pertanian
banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Warga di RW 07 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji Kota Depok mengubah Tempat Pembuangan Sampah liar dijadikan lahan pertanian Kelompok Wanita Tani atau KWT.

Ketua RW 07 Tanah Baru, Kecamatan Beji Triyanto kepada wartawan mengatakan awalnya lokasi di kolong jembatan Tol Depok Antasari kondisinya tidak terawat dan terkesan horor.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Dulu wilayah kami dijadikan lokasi atau tempat pembuangan sampah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dia menambahkan wilayahnya tidak hanya dijadikan lokasi pembuangan sampah liar akan tetapi dijadikan lokasi transaksi narkoba.

“Kami dan warga pernah menangkap pelaku tindak kriminalitas di sini,” katanya.

Melihat kondisi itu, dia bersama warga melakukan kerja bakti melakukan pembersihan sampah dan alang-alang.

Kini, lokasi tersebut justru berubah menjadi kebun produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Berbagai jenis tanaman ditanam mulai dari cabai, terong, tomat, pisang dan jenis tanaman lainnya.

“Dari lahan ini kami sudah panen sebanyak lima kali dengan hasil kualitas baik dan bisa memanfaatkan oleh warga di RW 07,” katanya.

Triyanto, menjelaskan bahwa setelah panen kacang tanah, lahan tersebut akan kembali ditanami berbagai jenis sayuran guna menjaga keberlanjutan produksi.

“Nanti setelah panen kacang tanah, kita akan tambahkan berbagai macam tanaman sayuran yang lain,” katanya.

Langkah ini menunjukkan adanya perencanaan berkelanjutan dalam pengelolaan kebun, sehingga lahan dapat terus dimanfaatkan tanpa jeda produksi yang terlalu lama.

Rotasi tanaman juga menjadi strategi untuk menjaga kesuburan tanah serta meningkatkan hasil panen.

Keberhasilan KWT RW 07 dalam melaksanakan panen kelima menjadi gambaran bahwa konsep urban farming dapat diterapkan secara efektif di kawasan perkotaan.

Dengan pengelolaan yang tepat, lahan sempit sekalipun dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan pangan masyarakat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan keterbatasan lahan di kota besar, model seperti ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kerja sama dalam mengelola kebun bersama.

Kegiatan panen yang terus berlangsung ini memperlihatkan bahwa urban farming bukan sekadar tren.

Akan tetapi telah menjadi bagian dari solusi nyata dalam menghadapi tantangan pangan di wilayah perkotaan seperti Depok.

Lurah Tanah Baru, Dicky Mahyudin, mengapresiasi inisiatif warga yang mampu mengubah lahan dengan status pinjam pakai menjadi area pertanian yang produktif.

“Alhamdulillah, walaupun dengan lahan yang terbatas dengan status pinjam pakai, dengan lahan tol, tetapi bisa dimanfaatkan oleh warga RW07 sebagai lahan pertanian,” katanya.

Dia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang bagi masyarakat untuk berinovasi.

Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.

Ia juga menekankan bahwa model pemanfaatan lahan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi di lingkungan RW lain yang memiliki keterbatasan ruang terbuka.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.