BEKASI, Radarjakarta.id – PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP Tollways) terus memperkuat komitmennya dalam menangani kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di ruas Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan tol yang menjadi salah satu jalur utama distribusi logistik nasional.
Upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan PT CTP Tollways terhadap program pemerintah dalam mewujudkan target Zero ODOL, serta memastikan operasional jalan tol tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jalan.
Direktur Utama PT CTP Tollways, Derry Febrian Putra, mengatakan kendaraan ODOL masih menjadi salah satu tantangan serius dalam penyelenggaraan jalan tol karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar regulasi, tetapi juga memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan serta dapat mempercepat kerusakan jalan. Karena itu, kami berkomitmen mendukung upaya penertiban melalui pengawasan yang lebih ketat, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Derry, Rabu (3/6/2026).
Untuk menekan pelanggaran kendaraan ODOL, PT CTP Tollways telah melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain meningkatkan pengawasan operasional melalui patroli rutin dan pemantauan di titik-titik rawan, memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan, serta mengintensifkan sosialisasi kepada pengguna jalan dan pelaku industri logistik.
Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat sistem pengendalian terhadap kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan dimensi maupun muatan sesuai regulasi yang berlaku.
Menurut Derry, keberhasilan penanganan ODOL tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan dukungan dan kepatuhan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya para pelaku usaha logistik, untuk memastikan kendaraan yang beroperasi sesuai standar keselamatan.
“Keselamatan di jalan tol merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan menjadi faktor penting untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan jalan tol yang aman dan terjaga kualitasnya akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi barang dan peningkatan daya saing logistik nasional.
“Penanganan kendaraan ODOL bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan pengguna jalan dan memastikan keberlanjutan infrastruktur yang menjadi urat nadi logistik nasional. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar JTCC dapat beroperasi secara optimal, aman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.











