BATU, Radarjakarta.id | JJagat media sosial mendadak geger setelah sebuah video yang memperlihatkan sosok satwa mirip macan di kawasan hutan Cangar, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kota Batu, Jawa Timur, viral dan memicu perdebatan panas di kalangan warganet.
Video singkat yang diunggah akun TikTok @Wong Mojokerto itu langsung menyita perhatian publik. Dalam rekaman amatir tersebut tampak seekor satwa liar berada di area hutan yang disebut-sebut berada di kawasan Cangar. Sosok hewan itu terlihat sekilas menyerupai macan dan membuat banyak pengguna media sosial penasaran sekaligus heboh.
“Lo iki lo, jare alas Cangar gak onok macane. Iki macan ta koceng,” ujar suara perekam dalam video yang viral tersebut.
Hingga Kamis (21/5/2026), unggahan itu telah dibanjiri puluhan ribu tanda suka serta ratusan komentar. Banyak netizen saling berdebat mengenai jenis satwa yang terekam kamera. Sebagian meyakini hewan tersebut merupakan macan akar atau kucing hutan, sementara lainnya meragukan keaslian lokasi video yang disebut berada di kawasan Cangar.
Viralnya video ini bahkan kembali memunculkan pembahasan lama soal keberadaan harimau Jawa yang telah lama dinyatakan punah. Tak sedikit warganet yang mengaitkan penampakan tersebut dengan misteri satwa liar yang disebut-sebut masih berkeliaran di hutan-hutan Jawa Timur.
Menanggapi ramainya spekulasi publik, pihak Tahura Raden Soerjo akhirnya buka suara. Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat, menegaskan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi maupun hasil verifikasi terkait kemunculan satwa yang disebut mirip macan tersebut.
“Kami belum ada info dan belum terverifikasi kebenarannya. Sekarang memang banyak konten yang dibuat untuk viral,” ujar Ajat, Kamis (21/5/2026).
Ajat juga menegaskan bahwa petugas Tahura Raden Soerjo selama ini belum pernah menemukan keberadaan macan di kawasan hutan Cangar.
“Kami belum pernah menemukan,” tegasnya.
Fenomena viral ini kembali menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu satwa liar dan konservasi hutan di Indonesia. Di sisi lain, pihak Tahura mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Masyarakat juga diimbau tetap menjaga kelestarian kawasan hutan serta tidak mengganggu habitat satwa liar yang ada di kawasan konservasi.|Harno*











